Mirrorless Melambat, Kamera Kompak Malah Bangkit Lagi di Pasar Jepang

Author: Cung Media

Pasar kamera Jepang sedang bergerak ke arah yang tak banyak diperkirakan. Di saat kamera saku fixed lens naik 30% secara tahunan, pengiriman DSLR justru turun dengan besaran yang sama, sementara mirrorless diprediksi melambat pada 2026.

Data terbaru dari CIPA menunjukkan bahwa pasar kamera tidak sedang runtuh, tetapi komposisinya berubah. Kamera interchangeable lens masih relevan, namun lajunya tidak sekuat masa ketika mirrorless menjadi motor utama pertumbuhan.

Mirrorless Masih Turun, Tapi Belum Ambruk

CIPA memproyeksikan pengiriman mirrorless dari Jepang pada 2026 mencapai 6,82 juta unit. Angka itu turun tipis dari 7 juta unit pada tahun sebelumnya, atau sekitar 2,6%.

Penurunan ini belum sekeras kejatuhan DSLR, tetapi tetap menandakan pelemahan. Dalam kategori tertentu, tekanan paling terasa justru datang dari kamera full-frame, yang pengirimannya turun 11% sejak awal tahun.

Kamera Saku Mendapat Momentum Baru

Lonjakan kamera fixed lens menjadi bagian paling mencolok dari pergerakan pasar. Perangkat yang lebih ringan dibawa dan lebih mudah dibeli itu tampaknya kembali menarik minat pembeli yang mencari kamera praktis.

Beberapa model compact yang ramai dibicarakan ikut memperkuat tren ini, termasuk Panasonic Lumix L10, Ricoh GR IV, dan Canon PowerShot G7 X Mark III. Nama-nama itu disebut sebagai bagian dari gelombang kamera saku yang terlihat lebih menarik bagi pembeli.

Pasar Mirrorless Dinilai Mulai Matang

Ada pandangan bahwa pasar mirrorless kini terlalu penuh dengan pilihan yang sama-sama kuat. Saat ruang inovasi menyempit, pembaruan produk tidak lagi memberi kejutan sebesar beberapa tahun lalu.

Arah inovasi juga disebut makin sering bergeser ke model video-first. Bagi pembeli yang mengejar fotografi murni, banyak peluncuran baru terasa kurang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Harga Menjadi Beban Baru

Biaya kepemilikan ikut menekan permintaan. Mirrorless kini dipandang sebagai investasi besar, dan di tengah krisis biaya hidup, banyak pengguna memilih mempertahankan kamera lama lebih lama.

Kondisi itu ikut menjelaskan mengapa kelas full-frame lebih terpukul. Banyak pengguna menilai mid-range mirrorless sudah sangat mumpuni, sehingga tambahan dana untuk naik kelas tidak lagi terasa sepadan.

DSLR Masih Kehilangan Ruang

Di sisi lain, DSLR tetap berada dalam tren turun yang lebih jelas. CIPA mencatat pengirimannya anjlok 30% secara tahunan, sejalan dengan pergeseran panjang menuju mirrorless.

Meski begitu, data keseluruhan belum menunjukkan kamera interchangeable lens kehilangan relevansi sepenuhnya. Yang berubah adalah arah permintaan, dengan compact kembali mendapat tempat dan mirrorless menghadapi pasar yang lebih selektif.

Lima tahun lalu, mirrorless masih dipandang tak tergoyahkan dan kamera saku dianggap hampir selesai. Sekarang, pasar justru memberi sinyal sebaliknya, dan preferensi pengguna terlihat bisa berubah lebih cepat dari yang diperkirakan.

Terbaru