Mirattery kembali mempercepat strategi pendanaan berbasis aset lewat penerbitan tranche baru green ABS di Shenzhen Stock Exchange. Langkah ini langsung menarik perhatian karena kupon 1,72 persen pada tranche prioritas A1 menjadi rekor terendah untuk produk sejenis milik perusahaan.
Penerbitan ini juga memperkuat posisi Mirattery sebagai salah satu pemain yang paling agresif memanfaatkan sekuritisasi aset di sektor baterai. Di saat basis aset kelolaannya sudah melampaui 51 GWh, perusahaan milik Nio itu terus membuka jalur pendanaan baru untuk mendukung siklus bisnis baterai yang mereka kelola.
Shelf registration pertama untuk green sci-tech power battery ABS
Proyek terbaru ini mendapat kuota shelf registration sebesar 3 miliar yuan, atau sekitar $443 juta. Tranche awal yang dilepas bernilai 1 miliar yuan, dengan skema yang memberi ruang bagi penerbit untuk menyesuaikan penawaran sesuai kondisi pasar.
Penerbitan ini disebut sebagai green sci-tech power battery ABS dengan shelf registration pertama di bursa tersebut. Status itu penting karena memberi fleksibilitas lebih besar dibanding penerbitan satu kali dalam jumlah penuh.
Dari tranche awal itu, Mirattery menetapkan kupon 1,72 persen untuk tranche prioritas A1 senilai 150 juta yuan. Perusahaan juga menetapkan kupon 2,00 persen untuk A2, 3,80 persen untuk A3, 5,00 persen untuk A4, dan 5,50 persen untuk A5.
Struktur penerbitan juga mencakup tranche subordinated A dan subordinated B. Kombinasi ini menunjukkan model pembiayaan yang dirancang berlapis, dengan profil risiko dan imbal hasil yang berbeda di masing-masing bagian.
Sinyal pasar terhadap model bisnis baterai
Mirattery menilai tingkat penerbitan yang lebih rendah mencerminkan pengakuan pasar modal terhadap model bisnisnya. Perusahaan juga menyebutnya sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap kekuatan teknologi hijau yang mereka miliki.
Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk terus menghidupkan kembali aset baterai yang dikelola. Bagi Mirattery, langkah ini sekaligus membuka jalur pendanaan bagi sekuritisasi aset hijau pada baterai listrik.
Huaneng Guicheng Trust bertindak sebagai manajer proyek dalam transaksi ini. Everbright Securities menjadi koordinator utama, sekaligus agen penjualan bersama CICC dan Industrial Securities.
Dorongan pendanaan yang makin intensif
Penerbitan terbaru ini datang setelah Mirattery juga menerbitkan green ABS dan green ABN dalam skala besar pada akhir April. Nilainya masing-masing mencapai 1,06 miliar yuan dan 1 miliar yuan.
Rangkaian transaksi itu menegaskan arah bisnis Mirattery yang fokus pada pengelolaan dan operasi penuh siklus baterai daya. Perusahaan mengatakan pendekatan tersebut ditujukan untuk memaksimalkan nilai baterai sepanjang siklus hidupnya.
Saat ini, aset baterai yang dikelola Mirattery telah melampaui 51 GWh dan melayani lebih dari 650.000 pengguna. Perusahaan mengatakan akan terus memanfaatkan alat keuangan inovatif dan bekerja sama dengan mitra untuk mendorong nilai aset hijau melalui teknologi finansial.
Didirikan pada 2020, Mirattery merupakan pengelola aset bisnis BaaS Nio, atau battery as a service. Pemegang saham utamanya mencakup Nio dan raksasa baterai CATL.
Source: cnevpost.com






