Milano Centrale Ternyata Menyimpan Kemegahan, Jalur Rahasia, Dan Jejak Kelam Perang

Milano Centrale selama ini sering dipandang sebagai pintu masuk utama Milan. Namun di balik kesan megah itu, stasiun ini menyimpan lapisan sejarah yang jauh lebih rumit, mulai dari ambisi arsitektur, jejak politik masa lalu, hingga memori kelam yang kini dijaga sebagai peringatan.

Bangunan yang berdiri di Piazza Duca d’Aosta, sisi utara pusat kota Milan, langsung mencuri perhatian sejak pertama kali terlihat. Fungsinya pun tidak main-main, karena sekitar 320.000 penumpang melintas setiap minggu dan ribuan orang memakainya untuk bergerak ke berbagai tujuan di Italia dan Eropa.

Dibangun dalam proses yang panjang

Gagasan stasiun baru ini dimulai pada 1906 ketika Raja Victor Emmanuel III meletakkan batu pertama. Proyek itu ditujukan untuk menggantikan stasiun lama yang sudah tidak lagi memadai bagi kota yang terus berkembang.

Enam tahun kemudian, Ulisse Stacchini memenangkan kompetisi desain dengan konsep “Life in Motion.” Pembangunan lalu tersendat selama belasan tahun akibat krisis ekonomi setelah Perang Dunia I.

Proyek ini kembali dipercepat pada 1925 di bawah pemerintahan Benito Mussolini. Pada fase itu, salah satu perubahan paling mencolok adalah pemasangan kanopi baja raksasa seluas lebih dari 66.000 meter persegi yang menaungi jalur kereta.

Milano Centrale akhirnya dibuka untuk umum pada 1 Juli 1931. Pada 2006, stasiun ini juga menjalani renovasi besar senilai 100 juta Euro untuk memperbarui fasilitas tanpa menghapus nilai artistiknya.

Arsitektur yang terasa seperti monumen

Ciri Milano Centrale tidak mudah disamakan dengan stasiun lain. Bangunannya memadukan Art Nouveau, Art Deco, dan elemen kuno Assyria-Lombard dalam satu komposisi yang terasa monumental.

Ukuran fisiknya juga menjadi bagian dari daya tarik. Stasiun ini memiliki lebar 200 meter dan kubah setinggi 72 meter, yang sempat memecahkan rekor saat pertama kali dibangun.

Bagian dalamnya dibuat seperti galeri seni. Lantai mosaik biru, patung makhluk mitologi seperti kuda bersayap dan singa, serta detail dekoratif lain memberi kesan mewah di setiap sudut.

Meski beberapa area sudah diperbarui agar lebih nyaman, masih ada ruang tersembunyi yang tidak dibuka untuk umum. Salah satunya adalah ruang tunggu khusus dengan lantai bersejarah yang dulu disiapkan untuk menyambut Adolf Hitler.

Jejak kelam di balik kemegahan

Di bawah lapisan seni dan kemegahan itu, Milano Centrale menyimpan sejarah yang menyakitkan. Jalur rahasia Binario 21 pernah dipakai antara 1943–1945 untuk membawa ribuan tahanan Yahudi menuju kamp pemusnahan menggunakan gerbong ternak.

Dalam periode itu, tercatat 15 kereta membawa sekitar 1.200 orang dari penjara setempat. Jejak tersebut kemudian diubah menjadi Memoriale della Shoah, sebuah museum peringatan yang dibuka sejak Januari 2013.

Kini, ruang yang dulu tersembunyi itu berfungsi sebagai tempat belajar tentang kemanusiaan dan ingatan kolektif. Kehadirannya menegaskan bahwa Milano Centrale bukan hanya bangunan transportasi, tetapi juga ruang sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari tragedi masa lalu.

Ruang eksklusif dan detail yang jarang terlihat

Milano Centrale juga memiliki Padiglione Reale atau Paviliun Kerajaan yang dibangun pada 1931. Ruang mewah ini dirancang Ulisse Stacchini sebagai ruang tunggu pribadi bagi Raja Vittorio Emanuele III dan keluarganya.

Paviliun itu terbagi dua lantai, dengan Ruang Senjata di bawah dan Ruang Kerajaan di atas yang terhubung langsung ke peron 21. Interiornya dihiasi marmer mahal, furnitur mewah, patung raja, dan lukisan karya seniman ternama pada masa itu.

Ada pula detail tersembunyi yang jarang diketahui pengunjung. Di kamar mandi Ruang Kerajaan, salah satu dari dua cermin besar ternyata berfungsi sebagai pintu rahasia menuju jalur evakuasi darurat dengan tangga logam tersembunyi di baliknya.

Masih menjadi simpul transportasi penting

Hari ini, Milano Centrale melayani sekitar 320.000 penumpang dan 500 perjalanan kereta setiap hari melalui 24 jalur. Stasiun ini menghubungkan kota-kota di Italia lewat kereta cepat Frecciarossa dan membuka akses internasional ke Paris, Zurich, dan Munich.

Konektivitasnya juga diperkuat lewat Malpensa Express yang terhubung langsung ke Bandara Milan-Malpensa. Untuk menjaga kelancaran arus penumpang, area stasiun dilengkapi sistem keamanan ketat serta ruang tunggu yang lebih bersih dan teratur.

Di area rel bagian utara, masih ada sisa jalur melingkar bersejarah yang dulu dipakai agar kereta bisa berputar arah. Jejak itu memperlihatkan betapa matang perencanaan Milano Centrale sejak awal, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu stasiun paling ikonik dan tersibuk di Eropa.

Source: www.idntimes.com
Terkait