Microsoft mulai mengubah strategi harga untuk sejumlah game Xbox baru di Eropa. Langkah paling mencolok terlihat pada pre-order Fable dan Gears of War: E-Day, yang kini tampil di €69.99 dari sebelumnya €79.99.
Perubahan ini langsung menarik perhatian karena harga game first-party Xbox sudah lama menjadi bahan perdebatan. Bagi pemain di Eropa, penyesuaian itu terasa lebih penting karena harga regional dan perbedaan mata uang sering membuat banderol game tampak jauh lebih berat dibanding pasar Amerika Serikat.
Sejumlah judul ikut turun ke €69.99
Penurunan harga tidak terbatas pada satu game saja. DanVMaul mencatat bahwa beberapa judul terpilih kini dipasarkan di €69.99, termasuk reboot Fable yang dijadwalkan hadir pada Februari 2027 dan Forza Horizon 6 yang sudah tersedia.
Gears of War: E-Day menjadi judul yang paling menonjol karena statusnya sebagai salah satu rilis penting Xbox. Dengan harga baru, game tersebut terlihat lebih ringan bagi pembeli di Eropa dibanding banderol sebelumnya.
Bagi sebagian konsumen di Amerika Serikat, perubahan ini mungkin tidak terasa besar. Microsoft sempat menarik rencana untuk menjual game first-party Xbox seharga $80, sehingga pergeseran harga di Eropa justru lebih relevan untuk pasar tersebut.
Kenapa pemain Eropa merasakan dampaknya lebih besar
Masalahnya bukan sekadar angka di etalase digital. Harga €79.99 dapat terasa sangat tinggi saat dikonversi, dan Gears of War: E-Day bisa setara sekitar $93 jika memakai banderol lama itu.
Dengan harga baru €69.99, game tersebut setara sekitar $81. Itu masih bukan harga murah, tetapi memberi sedikit ruang napas bagi pembeli Eropa yang selama ini sering berada di posisi kurang menguntungkan saat harga regional dihitung.
Ada juga faktor pajak yang membuat perbandingan lintas wilayah tidak sederhana. Retailer di Amerika Serikat umumnya belum memasukkan sales tax saat menampilkan harga, sementara toko di Uni Eropa biasanya sudah memperhitungkan VAT.
Tekanan harga Xbox belum benar-benar hilang
Penurunan harga game tidak berarti semua sisi bisnis Xbox ikut membaik. Di ranah perangkat keras, pembalikan kenaikan harga konsol masih jauh lebih sulit karena tarif dan kelangkaan memori telah mendorong MSRP Series X dan Series S naik.
Situasi itu membuat Microsoft harus mencari pendekatan yang lebih kreatif. Dalam konteks Project Helix, opsi yang mungkin muncul adalah konfigurasi kelas bawah atau program buy now, pay later yang baru-baru ini bocor.
Di sisi layanan, Microsoft juga berupaya menjaga aksesibilitas. CEO Asha Sharma sebelumnya menanggapi kritik dengan memangkas tarif pada beberapa tier Game Pass agar ekosistem tetap bisa menjangkau berbagai anggaran.
Bagi pelanggan Ultimate dan PC, ada nilai tambah lain yang tetap membuat pre-order tidak selalu wajib. Gears of War: E-Day akan tersedia pada hari pertama untuk pelanggan tersebut, sehingga sebagian pemain bisa memilih berlangganan ketimbang membeli game penuh di muka.
Persaingan harga di industri semakin ketat
Pergerakan Microsoft datang di tengah pasar yang makin nyaman dengan harga tinggi. Nintendo, misalnya, tidak tampak ragu memasang label harga yang lebih mahal, meski perusahaan itu juga memberi diskon pada game digital Switch 2 sementara versi fisik dibanderol lebih tinggi.
Microsoft belum mengikuti pendekatan itu sepenuhnya, tetapi arah kebijakannya mulai terlihat lebih hati-hati. Pada akhir 2025, Chief Content Officer Matt Booty menegaskan bahwa “player value” akan dipertimbangkan dalam setiap keputusan.
Bagi pasar Eropa, penurunan harga ini memberi sinyal bahwa Microsoft mulai merespons keluhan soal keterjangkauan dengan lebih nyata. Jika pola ini berlanjut, harga game Xbox di wilayah tersebut bisa menjadi salah satu area yang paling menarik untuk dipantau dalam beberapa bulan ke depan.
Source: www.notebookcheck.net






