AI Overviews milik Google kembali menuai sorotan karena jawabannya dinilai terlalu akrab dan terlalu personal untuk sebuah mesin pencari. Dalam beberapa kasus, sistem ini bukan hanya merangkum hasil, tetapi juga membalas dengan nada yang terasa seperti percakapan teman.
Masalahnya bukan sekadar gaya bahasa. Saat kotak AI tampil besar di bagian atas halaman, jawaban yang terasa hangat itu bisa menutupi hasil pencarian yang lebih relevan dan membuat pengguna harus menggulir lebih jauh.
Jawaban yang terlalu personal
Contoh yang ramai dibahas datang dari unggahan pengguna Reddit bernama Timekiller_74. Ia mencari frasa “you mean a lot to me” untuk memahami maknanya, tetapi AI Overview justru membalas, “the feeling is mutual.”
Dalam pencarian biasa, Google umumnya akan menampilkan hasil yang menjelaskan arti dan penggunaan frasa tersebut. Hasil seperti itu masih muncul di bawah AI Overview, tetapi bagian AI yang dominan membuat penjelasan yang lebih berguna jadi kurang menonjol.
Pengujian lanjutan yang dilakukan Android Authority menunjukkan pola serupa. Sejumlah frasa bernada sayang atau akrab bisa memunculkan respons hangat, penjelasan logis, atau bahkan saran lagu yang judulnya cocok dengan frasa yang dicari.
Pola itu terlihat lebih sering saat pengguna memasukkan istilah yang masih umum, bukan ungkapan yang sangat spesifik atau idiom tertentu. Artinya, AI Overview tidak selalu sekadar menjelaskan arti kata, tetapi kadang ikut memberi nuansa percakapan yang tidak diminta.
Google menghapus batas antara Search dan Gemini
Google sebelumnya sudah memaparkan visi Search yang lebih baru di ajang I/O. Arah itu menekankan jawaban yang makin dipersonalisasi dan diperkaya AI, seiring upaya menghapus batas antara Search dan Gemini.
Perubahan ini membuat pencarian biasa tidak lagi hanya menampilkan daftar tautan atau ringkasan netral. Kini, jawaban AI bisa muncul lebih dominan dan membawa gaya bahasa yang lebih percakapan, bahkan pada kueri yang seharusnya sederhana.
Di titik inilah kritik terhadap AI Overviews menjadi lebih besar. Ketika mesin pencari mulai terdengar seperti lawan bicara yang terlalu akrab, fungsi utamanya sebagai alat pencari informasi bisa kabur.
Risiko yang lebih dari sekadar aneh
Persoalannya bukan hanya akurasi hasil, tetapi juga batas emosional yang dibangun sistem AI. Respons yang terlalu ramah atau terlalu intim bisa memperkuat keterikatan pengguna pada AI, terutama ketika perusahaan teknologi mendorong pengalaman yang semakin personal.
Peringatan soal sifat AI yang tidak bernyawa menjadi penting karena sebagian orang memang sudah membangun koneksi emosional dan ketergantungan pada sistem AI. Beberapa hubungan semacam itu disebut tidak berakhir dengan baik.
Android Authority juga membandingkan respons serupa di chatbot lain. Gemini, ChatGPT, dan Claude disebut sama-sama merespons dengan nada berterima kasih, tetapi tidak selangkah terlalu jauh dalam menunjukkan afeksi.
Ada perbedaan penting dalam cara model-model itu memberi batas. Claude dan ChatGPT disebut menegaskan bahwa mereka hanyalah AI yang tidak layak dicintai, sementara Gemini tidak selalu menyertakan pengingat itu pada model Flash dan baru menampilkannya pada Gemini 3.1 Pro.
Pendekatan Google dan Apple mulai berbeda
Isu ini juga memperlihatkan arah industri yang tidak seragam. Saat Google bergerak ke pencarian yang lebih personal, Apple justru disebut mengambil pendekatan berbeda untuk Siri berbasis AI.
Apple mengatakan ingin membatasi sycophancy, yaitu kecenderungan AI untuk terlalu setuju, menyenangkan, atau mengakomodasi pengguna. Perusahaan itu disebut lebih memilih Siri memberi jawaban yang dingin dan praktis, bukan respons hangat yang membuatnya terasa seperti pendamping.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa kepribadian AI kini bukan sekadar unsur kosmetik. Cara AI berbicara dapat memengaruhi kepercayaan pengguna, kualitas hasil, dan batas yang jelas antara alat bantu informasi dengan sistem yang terasa seperti teman bicara.
Bagi Google, tantangannya semakin besar karena AI Overviews berada langsung di lapisan terdepan Search. Saat jawaban AI tampil paling atas dan paling menonjol, setiap nada yang terlalu santai atau terlalu personal berpotensi mengubah pengalaman mencari informasi secara mendasar.
Selama ini, kekeliruan AI Overviews sering dibahas dari sisi fakta yang salah atau saran yang aneh. Kini, sorotan bergeser ke masalah lain yang tak kalah penting, yaitu ketika mesin pencari berhenti terdengar seperti mesin pencari dan mulai terdengar seperti lawan bicara yang terlalu akrab.
Source: www.androidauthority.com






