Meta Siapkan Arena, Aplikasi Prediksi yang Bisa Ubah Instagram dan WhatsApp

Meta diam-diam menyiapkan aplikasi pasar prediksi bernama Arena yang bisa membawa perusahaan itu masuk lebih jauh ke ranah taruhan berbasis peristiwa. Jika jadi diluncurkan, produk ini berpotensi menjadi pesaing baru bagi Polymarket dan Kalshi.

Langkah Meta juga menarik perhatian karena Arena disebut akan hadir sebagai aplikasi mandiri, bukan fitur yang langsung ditanam ke Instagram, WhatsApp, Facebook, atau Messenger. Pemisahan itu tampaknya dirancang agar fitur prediksi yang sensitif tetap berada di luar layanan percakapan dan berbagi konten utama Meta.

Bisa menebak banyak jenis peristiwa

Arena dirancang untuk membuat pengguna memprediksi hasil beragam kejadian, mulai dari pertandingan olahraga, pemilihan umum, berita besar, sampai data ekonomi dan industri hiburan. Pada tahap awal, pengguna tidak akan memakai uang sungguhan.

Meta disebut akan memakai poin atau nilai seperti dalam permainan video untuk mendorong interaksi di fase awal. Dengan model ini, Arena lebih dekat ke hiburan sosial ketimbang taruhan uang, setidaknya pada peluncuran perdananya.

Namun, sumber yang mengetahui rencana itu menyebut Meta belum menutup kemungkinan menghadirkan taruhan berbasis uang sungguhan di masa depan. Keputusan tersebut akan bergantung pada respons pasar dan aturan hukum yang berlaku di tiap wilayah.

Pasar prediksi sedang tumbuh cepat

Minat terhadap platform prediksi dan taruhan berbasis peristiwa nyata memang meningkat dalam dua tahun terakhir. Banyak pengguna tertarik menebak hasil pemilu, pertandingan olahraga, hingga pemenang penghargaan, sehingga segmen ini berkembang cepat.

Polymarket dan Kalshi menjadi dua nama terbesar di pasar tersebut. Keduanya menggunakan uang asli atau mata uang kripto, dan model itulah yang ikut mendorong lahirnya produk-produk serupa.

Dengan lebih dari 3,5 miliar pengguna, Meta punya modal distribusi besar untuk mempercepat adopsi Arena. Perusahaan juga berharap proyek ini bisa menjadi sumber pertumbuhan baru di saat laju pertumbuhan pengguna pada platform utamanya mulai melambat.

Regulasi jadi titik paling rumit

Rencana jangka panjang yang mungkin mengarah ke taruhan uang sungguhan langsung memunculkan pertanyaan soal kepatuhan hukum. Tantangannya bukan hanya satu negara, karena setiap pasar memiliki aturan berbeda soal perjudian dan taruhan.

Di Indonesia, aktivitas perjudian dan taruhan dilarang keras berdasarkan undang-undang. Pengawasan juga ketat terhadap aplikasi atau layanan yang mengandung unsur serupa.

Ada pula kemungkinan Meta memanfaatkan Instagram, WhatsApp, atau Facebook untuk menjaring pengguna ke Arena. Jika strategi itu dipakai, jangkauannya bisa jauh lebih luas, tetapi sorotan terhadap batas antara layanan sosial dan aktivitas berisiko secara hukum juga akan ikut membesar.

Meta belum memberikan tanggapan resmi atas kabar ini. Perusahaan juga belum menjelaskan bagaimana rencana penerapan Arena di negara-negara dengan regulasi yang berbeda.

Selain Arena, Meta dikabarkan mengerjakan proyek lain bernama Meta Photos yang berfokus pada pembuatan konten media baru menggunakan kecerdasan buatan.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait