Meta ternyata memberi batas pemakaian pada salah satu fitur AI di kacamata pintarnya, dan hal itu tidak langsung terlihat di halaman produk utama. Pembatasan ini membuat akses gratis tetap ada, tetapi hanya untuk fitur tertentu dan dengan jatah yang sangat terbatas.
Fitur yang paling menonjol adalah Conversation Focus, alat yang membuat suara lawan bicara terdengar lebih jelas. Untuk pengguna gratis, batas pemakaiannya hanya 3 jam per bulan, sedangkan pelanggan Meta One Premium yang berbayar $20 per bulan mendapat jatah 15 jam.
Fitur berjalan lokal, tapi tetap dibatasi
Conversation Focus bekerja langsung di perangkat dan tidak membutuhkan koneksi internet untuk aktif. Fitur ini juga tidak memakai server Meta, sehingga batas pemakaian yang diberlakukan perusahaan memunculkan pertanyaan tersendiri.
Karena sifatnya opsional, pengguna harus meminta Meta AI untuk menyalakannya terlebih dahulu. Aturan pada paket berbayar juga tidak memberi peluang untuk menyimpan sisa waktu, karena jatah Conversation Focus berlaku “use ’em or lose ’em” dan tidak dibawa ke siklus penagihan berikutnya.
Meta menyasar pengguna intensif
Seorang juru bicara Meta mengatakan kepada The Verge bahwa “Most people will use Conversation Focus without hitting the monthly limit,” dan langganan itu memang ditujukan untuk “power users.” Pernyataan ini menunjukkan Meta melihat fitur tersebut sebagai kemampuan premium untuk pemakai berat.
Meski begitu, pengguna umum tetap bisa memakainya secara gratis, hanya saja dengan batas yang lebih kecil. Pola ini memperlihatkan Meta masih mempertahankan akses dasar sambil mendorong pengguna intensif ke paket berbayar.
| Aspek | Pengguna Gratis | Meta One Premium |
|---|---|---|
| Conversation Focus | 3 jam per bulan | 15 jam per bulan |
| Biaya langganan | Tidak perlu langganan | $20 per bulan |
Langkah ini datang saat Meta memperluas lini perangkat
Kebijakan batasan fitur ini muncul di tengah dorongan Meta memperluas lini kacamata pintarnya. Bulan lalu, perusahaan memperkenalkan Meta Glasses sebagai model baru yang dibanderol mulai $299 dan menjadi perangkat pertama yang ditenagai Muse Spark AI saat peluncuran.
Meta Glasses hadir dalam tiga model, yaitu Meta Adventurer, Meta Fury, dan Meta Glasses by Kylie. Varian terakhir dibuat bersama influencer Kylie Jenner dan memakai suara Kylie sebagai asisten AI, sehingga berbeda dari dua model lainnya.
| Model | Harga Awal | Catatan |
|---|---|---|
| Meta Adventurer | $299 | Salah satu dari 3 model Meta Glasses |
| Meta Fury | $299 | Salah satu dari 3 model Meta Glasses |
| Meta Glasses by Kylie | $299 | Kolaborasi dengan Kylie Jenner, memakai suara Kylie sebagai asisten AI |
Privasi dan tekanan bisnis AI masih membayangi
Di sisi lain, Meta juga masih menghadapi sorotan soal privasi pada AI glasses. Wired menemukan bahwa kode NameTag untuk pengenalan wajah pada kacamata pintar sudah ditambahkan ke aplikasi Meta AI mobile earlier this year, meski belum diaktifkan.
Meta membantah laporan itu dan sebelumnya menegaskan bahwa perusahaan hanya “exploring these types of features” dan belum ada yang dikirim ke konsumen. Namun, perdebatan soal privasi tetap membayangi strategi perangkat pintar perusahaan.
Tekanan itu hadir bersamaan dengan persaingan ketat di sektor AI. Meta menyebut pada Februari bahwa mereka berencana membelanjakan hingga $135 miliar tahun ini untuk memperluas rencana AI-nya, sementara Bloomberg pada Rabu melaporkan bahwa perusahaan akan membangun bisnis infrastruktur cloud sendiri dan menjual kelebihan daya komputasi AI kepada pelanggan eksternal.
Laporan itu muncul setelah Financial Times sebelumnya menyebut Google membatasi penggunaan Gemini AI oleh Meta earlier this year setelah perusahaan induk Facebook dan Instagram itu mencoba membeli lebih banyak kapasitas komputasi daripada yang bisa disediakan Google.
