Lionel Messi memilih pulang secara tertutup ke Argentina setelah kekalahan menyakitkan di final Piala Dunia 2026. Kapten Timnas Argentina itu tidak muncul untuk menyapa pendukung yang telah menunggu sejak dini hari di bandara dekat Rosario.
Para suporter hanya sempat melihat SUV yang membawa Messi dan keluarganya meninggalkan area landasan pacu. Kepulangan tersebut berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, beberapa hari setelah Argentina gagal mempertahankan asa meraih gelar dunia.
Pulang dengan Jet Pribadi dari Florida
Jet pribadi yang membawa Messi dari Fort Lauderdale, Florida, mendarat pada pukul 06.27 waktu setempat. Setelah itu, ia bersama keluarganya langsung menuju kawasan perumahan privat di Funes, sekitar 300 kilometer di utara Buenos Aires.
Messi bepergian bersama istrinya, Antonela Roccuzzo, dan tiga anak mereka yang mendampinginya selama turnamen di Amerika Utara. Jorge Messi, ayahnya yang berusia 68 tahun dan sedang menjalani perawatan medis untuk penyakit yang tidak diungkapkan, telah menunggu kedatangan keluarga tersebut.
| Rombongan | Tanggal Tiba | Lokasi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Lionel Messi dan keluarga | 21 Juli 2026 | Bandara dekat Rosario | Tiba dengan jet pribadi dari Fort Lauderdale |
| Skuad Timnas Argentina | 20 Juli 2026 | Bandara Ezeiza, Buenos Aires | 15 dari 26 pemain pulang dengan penerbangan sewaan |
Sejumlah pendukung telah berkumpul sejak pukul 03.30 pagi demi mendapat kesempatan melihat Messi secara langsung. Di antara mereka terdapat dua anak perempuan yang mengenakan jersey Albiceleste sambil membawa papan ucapan selamat datang.
Salah satu pesan pada papan itu berbunyi, “Messi: Anda adalah legenda. Terima kasih telah membawa kebahagiaan ke hati kami. Seluruh negeri mencintai Anda!”
Luka Final yang Masih Terasa
Kepulangan sunyi Messi terjadi setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Pertandingan puncak itu digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, di East Rutherford, New Jersey.
Melalui unggahan di Instagram, Messi menyampaikan kesedihannya atas kegagalan tersebut. “Rasa sakitnya sangat besar dan luka ini membutuhkan waktu untuk sembuh,” tulisnya dalam pernyataan yang dikutip AP News.
Ia juga menyoroti perjalanan Argentina sepanjang turnamen serta dukungan besar yang diterima timnya. “Saya menghargai semua momen indah, kenangan yang akan abadi dan dukungan dari seluruh bangsa yang dikombinasikan dengan kerja keras, mendorong kami sekali lagi ke jajaran tim terbaik dunia,” lanjut Messi.
Messi pulang terpisah dari sebagian besar rekan setimnya yang sudah lebih dahulu tiba di Buenos Aires. Sebanyak 15 pemain dari total 26 anggota skuad Argentina kembali pada 20 Juli bersama pelatih Lionel Scaloni dengan penerbangan sewaan.
Scaloni Disambut Lebih Terbuka di Pujato
Berbeda dengan Messi, Scaloni mendapat sambutan terbuka saat tiba di rumah keluarganya di Pujato pada Selasa. Para tetangga berkumpul di sekitar kediamannya, lalu pelatih itu keluar untuk menandatangani jersey Argentina dan melayani permintaan foto.
Scaloni mengakui kekalahan di final terasa berat karena timnya belum mampu memberikan kegembiraan kepada publik. “Kami tidak menang, tetapi kami bisa merasa puas. Rasanya sakit karena tidak mampu memberikan kegembiraan itu,” katanya.
Pelatih Argentina itu juga menilai Spanyol tampil lebih baik dalam pertandingan final. “Kami kalah karena mereka lebih baik, mungkin kami kehabisan tenaga. Ada baiknya mengakui itu, itu akan membuat kami lebih baik,” ujar Scaloni.
Scaloni dilaporkan akan menghormati kontraknya dengan Asosiasi Sepak Bola Argentina hingga 31 Desember. Sementara itu, Messi diperkirakan kembali bergabung dengan Inter Miami pada akhir Juli atau awal Agustus untuk melanjutkan musim MLS.
Source: www.kompas.com






