Argentina memasuki laga melawan Swiss dengan dua taruhannya sekaligus: tiket ke semifinal dan persaingan Lionel Messi dengan Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas. Duel di Kansas City ini menjadi salah satu pertandingan paling menentukan bagi Argentina di turnamen ini.
Pemenang laga tersebut akan menghadapi Inggris atau Norwegia di semifinal. Situasi itu membuat Argentina tidak punya ruang untuk lengah saat berhadapan dengan Swiss yang datang dengan catatan disiplin dan rekor yang sulit ditembus.
Argentina belum benar-benar mulus
Status sebagai juara dunia tidak membuat langkah Argentina otomatis lancar. Mereka memang memimpin Grup J setelah mengalahkan Austria, Yordania, dan Aljazair, tetapi perjalanan mereka tetap diwarnai pertandingan ketat.
Argentina harus bekerja keras untuk menyingkirkan Tanjung Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu. Setelah itu, mereka juga sempat tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir pada laga 16 besar yang disebut kontroversial dan memunculkan tuduhan bias wasit.
Swiss datang dengan disiplin dan rasa percaya diri tinggi
Swiss menjuarai Grup B tanpa kalah setelah menundukkan Kanada dan Bosnia dan Herzegovina, lalu bermain imbang dengan Qatar. Di fase gugur, mereka melaju dengan kemenangan 2-0 atas Aljazair pada babak 32 besar.
Perjalanan mereka berlanjut lewat adu penalti melawan Kolombia, yang membawa Swiss ke perempat final untuk pertama kalinya dalam 72 tahun. Modal itu membuat mereka tampil sebagai lawan yang tidak bertabur bintang, tetapi sangat berbahaya jika dibiarkan mengatur ritme permainan.
Messi tetap jadi pusat perhatian
Messi terus menjadi sorotan utama karena penampilannya sepanjang turnamen dan karena persaingan Sepatu Emas dengan Mbappe. Swiss bisa menjadi rintangan berikutnya sebelum Argentina berpotensi menghadapi Prancis di partai final.
Beban itu membuat ekspektasi terhadap Messi tetap tinggi. Argentina pun dituntut menjaga kendali permainan jika ingin memastikan langkah ke empat besar tanpa harus kembali mengandalkan kebangkitan dramatis.
Rekor pertemuan masih memihak Argentina
Kedua tim sudah bertemu tujuh kali, dan Argentina unggul lima kemenangan dengan dua laga lain berakhir imbang. Dalam dua pertemuan Piala Dunia, Argentina selalu menang, yaitu 2-0 pada fase grup 1966 dan 1-0 pada babak 16 besar 2014.
Pertemuan terakhir kedua tim di ajang apa pun terjadi pada 2014, dan hanya tiga pemain dari laga itu yang masih tersisa: Messi, kapten Swiss Granit Xhaka, dan bek Ricardo Rodriguez.
| Tim | Jalur ke Perempat Final | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Argentina | Juara Grup J, menang 3-2 atas Tanjung Verde, menang 3-2 atas Mesir | Messi tampil menonjol, bersaing dengan Mbappe di Sepatu Emas |
| Swiss | Juara Grup B, menang atas Kanada, Bosnia dan Herzegovina, Aljazair, dan Kolombia lewat adu penalti | Lolos ke perempat final untuk pertama kalinya dalam 72 tahun |
Prediksi susunan pemain
| Argentina | Formasi | Swiss |
|---|---|---|
| Martinez; Molina, Romero, Lisandro, Tagliafico; parede; De Paul, Enzo, Mac Allister; Messi, Lautaro | 4-1-3-2 | Kobel; Zakaria, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Vargas, Rieder, Ndoye; Embolo |
Laga ini tidak hanya menentukan siapa yang melaju ke semifinal, tetapi juga menguji apakah Argentina bisa tetap tenang saat menghadapi tim yang rapi dan tidak mudah goyah. Bagi Swiss, ini adalah kesempatan untuk terus melanjutkan perjalanan bersejarah mereka di turnamen.
