Menhan Rusia Tiba Di Pyongyang, Sinyal Kedekatan Moskow-Korut Makin Kuat Di Tengah Perang Ukraina

Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov telah tiba di Korea Utara, menurut kementerian pertahanan Rusia. Kunjungan itu menambah rangkaian pertemuan tingkat tinggi dari Moskow ke Pyongyang dalam beberapa hari terakhir, di tengah hubungan kedua negara yang makin dekat saat perang Ukraina masih berlangsung.

Sebelumnya, media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan Ketua Duma Negara Rusia Vyacheslav Volodin juga berada di Pyongyang. Volodin dijadwalkan menghadiri upacara pembukaan monumen baru untuk tentara Korea Utara yang tewas dalam perang di Ukraina, sebuah agenda yang ikut menegaskan kedekatan politik kedua pihak.

Agenda Belousov di Pyongyang

Kementerian pertahanan Rusia menyebut Belousov akan melakukan pembicaraan dengan pimpinan tertinggi Korea Utara dan para pejabat militer senior. Ia juga akan mengikuti sejumlah kegiatan seremonial serta peringatan yang terkait dengan kunjungan tersebut.

Kehadiran pejabat pertahanan Rusia di ibu kota Korea Utara menunjukkan hubungan yang tidak hanya berlangsung di level diplomatik, tetapi juga pada ranah militer. Dalam waktu singkat, dua tokoh penting Rusia datang ke Pyongyang dengan agenda yang saling berkaitan.

Sinyal kerja sama pertahanan

Kunjungan ini memperlihatkan intensitas kontak antara Moskow dan Pyongyang di bidang keamanan. Rusia dan Korea Utara sama-sama menempatkan kerja sama pertahanan sebagai salah satu fokus utama hubungan bilateral mereka.

Dalam situasi perang Ukraina, simbol-simbol politik juga mendapat porsi besar. Pembukaan monumen untuk tentara Korea Utara yang disebut tewas dalam perang itu menjadi contoh bagaimana hubungan kedua negara tidak hanya dibangun lewat pertemuan resmi, tetapi juga lewat gestur penghormatan yang bernilai politik.

Pesan Putin untuk Kim Jong Un

Secara terpisah, Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim telegram kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk menandai pembukaan monumen tersebut. Kremlin mengatakan Putin menyampaikan terima kasih kepada Kim dan tentara Korea Utara atas bantuan mereka dalam menahan serangan besar Ukraina di wilayah Kursk, Rusia bagian barat.

Putin juga menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara akan terus memperkuat kemitraan strategis mereka. Pernyataan itu memperkuat gambaran bahwa hubungan Moskow dan Pyongyang bergerak dari sekadar kedekatan diplomatik menuju kerja sama yang lebih terstruktur.

Hubungan yang berkembang cepat

Kim Jong Un dan Vladimir Putin bertemu pada Juni 2024 dan menandatangani perjanjian strategis komprehensif yang mencakup pakta pertahanan timbal balik. Sejak 2023, hubungan diplomatik dan militer kedua negara berkembang cepat dan menarik perhatian internasional.

Perkembangan itu kini terlihat dari frekuensi kunjungan pejabat tinggi, pesan resmi antarpemimpin, dan agenda simbolik yang menyertai hubungan kedua negara. Dalam konteks perang Ukraina, Moskow dan Pyongyang tampak sama-sama memanfaatkan kerja sama ini untuk memperkuat posisi politik dan militer masing-masing.

Kedatangan Belousov ke Korea Utara, disusul kehadiran Volodin dan pesan terbaru Putin kepada Kim Jong Un, menegaskan bahwa hubungan Rusia dan Korea Utara terus bergerak di jalur pertahanan, dukungan politik, dan penguatan kemitraan strategis yang makin menonjol di tengah konflik yang belum mereda.

Terkait