Putranya Terseret Ombak di Bali, Meisya Siregar Menilai Itu Teguran Allah

Author: Cung Media

Meisya Siregar memilih memaknai insiden putra bungsunya yang terseret ombak besar di Bali sebagai teguran dari Allah. Peristiwa yang nyaris membuat Muhammad Bambang Arr Ray Bach tenggelam itu menjadi bahan renungan bagi Meisya dan suaminya, Bebi Romeo.

Alih-alih menyalahkan sang anak, Meisya merasa pesan dari kejadian tersebut justru ditujukan kepada orang tua. Ia menilai insiden di laut itu mengingatkan mereka agar tidak pernah merasa sepenuhnya aman saat mengawasi anak.

Refleksi di Tengah Suasana Liburan

Menurut Meisya, suasana liburan dapat membuat kebiasaan sehari-hari berubah dan kewaspadaan berkurang. Ia juga merenungkan kemungkinan ada kelalaian yang dilakukan keluarganya selama berada di Bali.

“Mungkin selama liburan di sana aku banyak lalai. Namanya lagi di Bali, liburan, mungkin amalan yang biasanya dikerjain jadi kelewat, atau ada syubhat-syubhat yang dikerjain,” ujar Meisya.

Bagi Meisya, pengalaman itu tidak semata-mata dipandang sebagai musibah ketika berlibur. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri bersama Bebi Romeo, terutama dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

Ia mengatakan orang tua kerap merasa telah memberikan upaya terbaik untuk anak-anaknya. Namun, kejadian yang dialami Bambang membuat Meisya menyadari masih ada banyak kekurangan dalam pengawasan dan perhatian keluarga.

“Kadang kita merasa udah jor-joran buat anak, ngerasa udah maksimal. Tapi dengan kejadian ini, aku merasa apa yang kita lakukan itu masih banyak kurangnya, masih banyak nggak sempurnanya,” tuturnya.

Kekhawatiran Bambang Mengalami Trauma

Setelah insiden itu, Meisya tidak hanya memikirkan kondisi fisik Bambang. Ia juga sempat khawatir putranya akan mengalami trauma dan tidak lagi ingin mendatangi pantai.

Kekhawatiran tersebut muncul karena Bambang dikenal menyukai pantai dan aktivitas olahraga air. Meisya membayangkan kejadian terseret ombak bisa mengubah ketertarikan putranya terhadap laut.

Namun, kondisi Bambang disebut membaik pada keesokan harinya. Meisya mengatakan putranya kembali tenang dan bahkan mengajak bermain ke pantai lagi.

Respons Bambang itu membuat Meisya semakin yakin bahwa pelajaran terbesar dari kejadian tersebut diterima oleh dirinya dan Bebi Romeo. Ia menilai sang anak tidak menunjukkan tanda trauma, sedangkan orang tuanya mendapat pengingat agar tidak lengah.

“Memang kayaknya yang mau ditegur sama Allah itu orang tuanya, bukan anaknya,” kata Meisya. Ia menekankan pentingnya tidak bersikap sombong atau terlalu merasa aman ketika membiarkan anak beraktivitas di laut.

Pernyataan Meisya disampaikan saat ia menjadi bintang tamu program Pagi-pagi Ambyar di Trans TV, Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada Senin (20/7/2026). Kisah tersebut menempatkan pengawasan anak di area pantai sebagai perhatian utama, sekalipun aktivitas itu dilakukan dalam suasana liburan keluarga.

Source: hot.detik.com
Terbaru