Medvedev Nilai Kesepakatan AS-Iran Nyaris Buntu, Titik Dana Rekonstruksi Jadi Sorotan

Dmitry Medvedev menilai peluang tercapainya kesepakatan final antara Iran dan Amerika Serikat masih sangat kecil. Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia itu menyebut proses perundingan sudah masuk tahap sulit karena tenggat untuk sejumlah kesepakatan akhir telah terlewati.

Menurut Medvedev, nota kesepahaman yang sudah ada memang menjadi dasar untuk melanjutkan pembicaraan. Namun, isu-isu inti belum menemukan titik temu, sehingga jalan menuju kesepakatan tetap panjang dan penuh perdebatan.

Hambatan utama masih belum terpecahkan

Medvedev menyoroti salah satu titik paling rumit dalam negosiasi, yaitu alokasi dana untuk rekonstruksi Iran. Ia menyebut persoalan itu akan menjadi pembahasan berat dalam putaran lanjutan jika kedua pihak masih ingin mendorong kesepakatan.

Pernyataan itu mempertegas pandangan Moskow bahwa diplomasi Teheran dan Washington belum cukup matang untuk menghasilkan kompromi dalam waktu dekat. Bagi Rusia, dokumen awal saja belum cukup untuk menyederhanakan persoalan yang ada di meja perundingan.

Kunjungan Medvedev ke Iran di tengah agenda diplomasi

Sebelumnya, Medvedev berada di Iran pada Jumat untuk menghadiri upacara perpisahan bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kehadirannya disebut sebagai bagian dari peran utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin.

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari berbagai negara. Dari Turki hadir Wakil Presiden Cevdet Yilmaz, sementara dari Irak tampak Presiden Nizar Amidi dan Ketua Parlemen Mohammed al-Halbousi.

Delegasi dari Pakistan juga hadir, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif, Ketua Senat Yousaf Raza Gillani, dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir. Kehadiran mereka menunjukkan luasnya perhatian kawasan Asia terhadap acara penghormatan tersebut.

Sejumlah pejabat dari negara Arab, Asia Tengah, dan kawasan lain turut tercatat hadir. Di antaranya Ketua Dewan Syura Qatar Hassan bin Abdullah Al-Ghanim, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed Elkhereiji, Pemimpin Nasional Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow, serta delegasi China yang dipimpin Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional He Wei.

Di tengah rangkaian diplomasi itu, pandangan Medvedev soal negosiasi AS-Iran menegaskan satu hal yang belum berubah, yakni masih banyak hambatan substantif yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan bisa tercapai.

Source: mediaindonesia.com
Terkait