Medan Diguncang Lonjakan Narkoba 117 Persen, Jermal Jadi Titik Benturan Polisi dan Jaringan

Polrestabes Medan mencatat lonjakan pengungkapan kasus narkoba yang sangat tajam pada paruh pertama 2026. Sepanjang Januari hingga Juni, aparat mengungkap 997 perkara, naik 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan itu dibarengi penangkapan 1.211 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran hingga penyalahgunaan narkotika. Di saat yang sama, polisi juga menemukan pola perlawanan di lapangan yang membuat penindakan tidak berhenti di satu titik saja.

Jermal jadi fokus utama penggerebekan

Kawasan Jermal kini menjadi lokasi paling prioritas dalam program Gerebek Sarang Narkoba atau GSN. Hingga pertengahan tahun, Polrestabes Medan sudah menggelar 14 penggerebekan di area tersebut.

Dalam operasi itu, 23 bangunan yang diduga menjadi lapak transaksi narkoba dibongkar. Namun, aparat masih menghadapi persoalan yang sama karena bangunan liar kerap muncul lagi di lokasi yang sama atau bergeser ke titik lain setelah pembongkaran dilakukan.

Secara keseluruhan, Polrestabes Medan telah menjalankan 102 kegiatan penindakan GSN di berbagai lokasi rawan sepanjang tahun ini. Pola itu menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba diarahkan ke banyak titik yang dinilai menjadi pusat aktivitas peredaran.

Barang bukti ikut naik tajam

Selain perkara dan tersangka, volume barang bukti yang disita juga meningkat. Polisi mengamankan 231 kilogram sabu dan 54 kilogram ganja, disusul 2.200 butir Happy Five serta 93 ribu butir ekstasi.

Data tersebut memperlihatkan bahwa peredaran narkoba di Medan masih berjalan dalam skala besar dan melibatkan berbagai jenis zat terlarang. Polrestabes Medan menilai peningkatan ini sejalan dengan intensitas penindakan yang makin tinggi di wilayah hukumnya.

Modus baru lewat cairan vape

Polisi juga mulai mewaspadai pola peredaran yang lebih baru, yakni narkoba dalam bentuk cairan rokok elektrik atau vape. Sebanyak 3.000 pot vaping liquid mengandung zat terlarang telah disita, dan modus ini disebut belum ditemukan pada 2025.

Operasi Antik 2026 yang berlangsung selama 21 hari ikut mendorong hasil penindakan tersebut. Dari operasi itu, aparat mencatat 164 perkara dan 195 tersangka, disertai penyitaan 1.900 pot cairan vape berbahan etil metil.

Sorotan juga mengarah ke tempat hiburan malam

Penindakan tidak hanya menyasar kawasan permukiman atau titik yang selama ini dikenal rawan. Polisi juga mulai mendalami jaringan narkoba di tempat hiburan malam di Medan, termasuk dugaan keterlibatan Phantom KTV dalam peredaran narkoba.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan pemberantasan narkotika tetap menjadi prioritas utama kepolisian di Medan. Ia menyebut upaya penutupan pusat-pusat aktivitas peredaran akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat di kota tersebut.

Source: mediaindonesia.com

Terkait