Di tengah kariernya sebagai bek Timnas Spanyol, Marc Cucurella menghadapi perjuangan yang jauh lebih pribadi bersama keluarganya. Ia dan istrinya, Claudia Rodriguez, mengaku sempat menangis setiap hari saat beradaptasi setelah putra sulung mereka, Mateo, didiagnosis autisme.
Masa itu terasa berat karena keluarga harus menerima banyak perubahan sekaligus dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Mateo, perpindahan tempat, jadwal, makanan, hingga rencana baru dapat memicu rasa tidak nyaman.
Cucurella dan Claudia memiliki tiga anak, yakni Mateo, Rio, dan Bella. Sebelum diagnosis diterima, keduanya sudah menyadari perkembangan Mateo berbeda dibandingkan anak-anak lain seusianya.
Pengalaman keluarga tersebut dibagikan dalam dokumenter Amazon Prime pada 2025. Tayangan itu memperlihatkan proses emosional yang dijalani pasangan ini ketika pemeriksaan dan penyesuaian baru mulai menjadi bagian dari rutinitas keluarga.
Rutinitas Sekolah yang Menguras Emosi
Claudia mengenang masa ketika ia dan Cucurella mengantar Mateo ke sekolah setiap hari. Saat itu, Claudia juga sedang mengandung Rio, sehingga periode tersebut terasa semakin menekan bagi keduanya.
“Setiap hari kami mengantar Mateo bersama-sama. Saat itu saya juga sedang hamil Rio. Setiap hari kami pulang sambil menangis,” ujar Claudia, dikutip dari Mirror.
Kesulitan Mateo tidak hanya berkaitan dengan sekolah, tetapi juga perubahan yang datang dalam waktu bersamaan. Kondisi menjadi lebih berat ketika sekolah dan terapi tidak tersedia, karena struktur aktivitas yang biasa dijalani ikut hilang.
Claudia menjelaskan bahwa putranya merasa sulit menghadapi lingkungan baru dengan berbagai aturan baru. “Sulit baginya berada di tempat baru, dengan jadwal baru, makanan baru, rencana baru,” katanya.
Diagnosis Menjadi Titik Awal Belajar
Bagi Marc Cucurella, diagnosis autisme bukan penutup perjalanan, melainkan awal dari proses panjang untuk memahami kebutuhan Mateo. Ia dan Claudia menyadari bahwa penerimaan juga membutuhkan waktu bagi orang tua, bukan hanya bagi anak.
“Anakmu didiagnosis autisme, tetapi orang tuanya belum siap menghadapi itu. Jadi kami harus belajar banyak,” kata Cucurella. Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan besar yang dihadapi keluarga dalam menjalani peran sebagai orang tua.
Proses itu membuat keduanya berusaha membangun penyesuaian secara bertahap di rumah. Stabilitas rutinitas menjadi salah satu hal penting agar Mateo dapat menjalani aktivitas hariannya dengan lebih nyaman.
Menurut laporan health.detik.com, Cucurella berharap kisah keluarganya dapat membantu meningkatkan kesadaran mengenai autisme. Ia juga ingin pengalaman tersebut memberi semangat bagi orang tua lain yang tengah menghadapi situasi serupa.
Perjuangan di Rumah Berjalan Bersama Karier
Tantangan keluarga itu berjalan beriringan dengan kiprah Cucurella di lapangan bersama Spanyol. Ia tetap tampil impresif pada Piala Dunia 2026 dan menjadi salah satu pilar di lini pertahanan timnya.
Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen hingga mencapai final setelah menang 2-0 atas Prancis pada semifinal. Namun, perjalanan keluarga Cucurella menunjukkan bahwa ada perjuangan lain yang berlangsung jauh dari sorotan pertandingan.
Bagi Cucurella dan Claudia Rodriguez, memahami Mateo membutuhkan kesabaran serta kemauan untuk terus belajar. Pengalaman mereka menegaskan pentingnya penerimaan dan penyesuaian di lingkungan terdekat bagi anak dengan autisme.







