Banjir Bukan Satu-Satunya Ancaman, Kekeringan Bisa Memicu Penyakit Air

Banjir sering menjadi peringatan paling jelas tentang bahaya air tercemar, tetapi ancaman penyakit tidak hilang ketika hujan berhenti. Kekeringan, suhu ekstrem, dan kerusakan infrastruktur juga dapat membuka jalan bagi patogen masuk ke rantai air yang dipakai masyarakat.

Risiko ini penting karena penyakit diare menular masih menyebabkan hampir 1,2 juta kematian setiap tahun. Perubahan iklim dapat mengubah kondisi lingkungan yang menentukan bagaimana bakteri, virus, dan parasit menyebar melalui air.

Ancaman Muncul dalam Dua Kondisi Ekstrem

Saat banjir dan curah hujan tinggi terjadi, air yang meluap dapat membawa patogen ke pasokan air minum. Paparan masyarakat pun meningkat ketika sumber air, sanitasi, atau lingkungan sekitar terdampak luapan air.

Namun, kekurangan hujan juga membawa risiko yang berbeda. Kekeringan dapat membatasi akses terhadap air bersih dan mendorong masyarakat mengubah cara menggunakan air yang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.

Artinya, perlindungan terhadap penyakit yang ditularkan air tidak bisa hanya disiapkan untuk musim hujan. Wilayah yang menghadapi banjir maupun kelangkaan air sama-sama memerlukan layanan air minum, sanitasi, dan kebersihan yang memadai.

Laporan dalam Nature Reviews Microbiology menyoroti hubungan antara perubahan kondisi iklim dan penyebaran patogen melalui air. Kajian tersebut melibatkan peneliti dari Colorado School of Public Health, University of Colorado Anschutz, dan University of Washington School of Public Health.

Setiap Patogen Tidak Bereaksi dengan Cara yang Sama

Peningkatan suhu tidak memberi dampak seragam pada seluruh mikroorganisme penyebab penyakit. Bakteri, virus, dan parasit memiliki respons yang berbeda terhadap suhu, kelembapan, serta perubahan lingkungan lain.

Suhu yang meningkat secara besar-besaran dapat mendukung pertumbuhan bakteri. Sebaliknya, sejumlah virus seperti rotavirus dan adenovirus dapat lebih mudah menyebarkan penyakit dalam kondisi yang lebih dingin dan kering.

Perbedaan ini membuat pencegahan wabah tidak cukup dilakukan dengan satu pendekatan umum. Strategi yang efektif menghadapi satu patogen belum tentu memadai saat kondisi iklim berubah dan jenis patogen yang dominan berbeda.

Profesor Elizabeth Carlton, yang memimpin Departemen Kesehatan Lingkungan dan Kerja di Colorado School of Public Health, menilai perubahan iklim sedang menggeser kondisi penularan. “Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa perubahan iklim mengubah kondisi yang memungkinkan patogen menyebar,” kata Carlton.

Perlindungan Air Bersih Perlu Dirancang Tahan Iklim

Sejumlah langkah perlindungan sebenarnya sudah tersedia, tetapi penerapannya perlu menyesuaikan kondisi iklim saat ini dan kemungkinan perubahan pada masa depan. Fokusnya mencakup ketahanan infrastruktur, pengawasan penyakit yang lebih terarah, kebersihan, serta penguatan vaksinasi.

Langkah PerlindunganFungsi Utama
Infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan tahan iklimMenjaga akses air minum aman dan layanan sanitasi saat cuaca berubah.
Pengawasan patogen spesifikMendukung deteksi dini dan intervensi di wilayah yang paling membutuhkan.
Praktik kebersihanMengurangi peluang penularan melalui air yang tidak aman digunakan.
Penguatan vaksinasiMembantu mencegah penyakit akibat air kotor, terutama setelah bencana.

Pengawasan penyakit perlu diarahkan pada patogen tertentu, bukan hanya memakai pendekatan yang sama untuk setiap kasus. Deteksi lebih awal dapat membantu petugas kesehatan menyalurkan intervensi ke lokasi dengan kebutuhan paling mendesak.

Vaksinasi juga dapat menjadi lapisan perlindungan penting setelah bencana, ketika kemungkinan paparan air kotor meningkat. Akan tetapi, gangguan iklim dapat menghambat distribusinya karena jalan rusak, akses terputus, dan rantai pendingin vaksin terganggu.

Carlton menegaskan bahwa perubahan iklim telah mengubah aturan penyebaran penyakit-penyakit tersebut. Adaptasi perlu memperhitungkan respons masing-masing patogen agar potensi wabah dapat diantisipasi sebelum meluas.

Source: www.suara.com
Terkait