MAR Kembali Lebih Megah, Ratusan Penonton Pecah Sambut Drama Musikal di Ciputra Artpreneur

Sambutan hangat langsung mewarnai pergelaran ulang drama musikal MAR saat malam pergelaran perdana atau gladi resik di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta. Ratusan penonton memenuhi ruang pertunjukan, sementara para pemain mendapat tepuk tangan yang disebut spektakuler sepanjang malam.

Kehadiran puluhan veteran perang dari Legiun Veteran Republik Indonesia ikut memberi lapisan emosi yang kuat di dalam teater. Mereka menyaksikan Gabriel Harvianto dan Galabby sebagai Mar dan Aryati bersama para tokoh lain, sehingga suasana pertunjukan terasa lebih haru dan bermakna.

MAR tampil lebih megah dengan energi baru

Produksi MAR kembali hadir setelah meraih sukses besar pada tahun 2025, saat karya ini memperoleh penghargaan Album Musikal Terbaik AMI Awards. Tahun ini, pertunjukan dibawa kembali dengan energi baru, tata panggung yang lebih megah, dan atmosfer yang lebih mendalam.

Pertunjukan umum MAR dijadwalkan berlangsung pada 15-17 Mei 2026 di Teater Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta. Pementasan ini tetap berada di bawah arahan Sutradara Maera dan Co-Sutradara Rusmedie Agus, dengan naskah gubahan Titien Wattimena.

Bandung 1946 dihidupkan lewat panggung

Daya tarik terbesar pertunjukan ini terletak pada kemampuannya membangun suasana Bandung tahun 1946 di atas panggung. Tata cahaya dramatis, proyeksi visual peristiwa Bandung Lautan Api, dan dekorasi autentik membuat penonton seolah masuk ke masa perjuangan.

Nuansa sejarah itu bertemu dengan sisi romantis dalam kisah Nin, Mar, dan Aryati. Aransemen jazz big band bergaya Glen Miller, orkestra langsung, dan tata panggung dinamis membuat kesan megah terus terasa sepanjang pertunjukan.

Maera menyebut pementasan kali ini jauh lebih megah dan berbeda dari tahun lalu. Ia juga mengatakan karakter Ambu mendapat lebih banyak ruang improvisasi agar suasana tampil lebih cair dan segar.

Pemain lama dan wajah baru berbagi panggung

MAR tahun ini juga menghadirkan beberapa wajah baru di atas panggung. Mereka adalah Tanta Ginting, Teza Sumendra, Devina Karyasasmita, Putri Indam Kamila, dan Renno Krisna, yang bergabung dengan para pemeran utama yang sudah akrab di mata penonton.

Dari sisi permainan, malam pertunjukan itu dinilai kuat karena para pelakon tampil apik dan menyentuh. Tata panggung, pencahayaan, dan harmoni dari Orkestra ArtSwara di bawah pimpinan Ava Victoria ikut membangun musik teater yang memesona.

Taufan Purbo dan Dania Najmi, yang masing-masing menjadi understudy untuk peran Mar dan Aryati, mengaku tantangan terbesar mereka adalah menjaga fokus ganda. Keduanya harus mendalami karakter utama mereka sendiri, yaitu Kopral Parta dan Laksmi, sekaligus menguasai koreografi, dialog, dan penyesuaian baru dari produksi tahun lalu.

Mereka juga menyiapkan interpretasi yang segar tanpa mengurangi esensi cerita. Kolaborasi dengan Gabriel Harvianto dan Galabby membantu keduanya menghidupkan karakter dengan rasa yang tepat.

Apresiasi dari veteran hingga penonton senior

Apresiasi tinggi datang dari perwakilan DPP Legiun Veteran Republik Indonesia, Marsda TNI (Purnawirawan) Wresniwiro. Ia menyampaikan penghargaan kepada ArtSwara Production karena MAR dinilai mengingatkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan menggelorakan semangat ’45.

Aktris senior peraih Piala Citra, Lenny Marlina, juga hadir bersama Bambang W. Soeharto. Ia memuji hampir semua aspek pertunjukan, mulai dari akting para pemeran, tata panggung, pencahayaan, musik, hingga tata busana.

Lenny berharap MAR bisa lebih luas disaksikan generasi muda agar mereka mengenal sejarah bangsanya. Menurutnya, pertunjukan ini layak mendapat dukungan lebih besar supaya pesan sejarah dan semangat perjuangan yang dibawa ke panggung bisa menjangkau lebih banyak penonton.

Source: www.idntimes.com

Terkait