Mantan asisten rumah tangga Erin Taulany, Nur Rohmah, mengaku mengalami tekanan batin berat selama bekerja. Ia menyebut perlakuan verbal yang diterima membuat kondisi jiwanya terganggu hingga pernah nekat kabur dari rumah karena merasa tidak aman.
Pengakuan itu kini menjadi sorotan karena tidak hanya menyentuh sisi psikologis, tetapi juga keluhan fisik yang disebut menyertai tekanan selama bekerja. Melalui kuasa hukumnya, Basuki, Nur dikatakan sempat merasakan mual, pusing, dan dada sakit setelah menghadapi situasi yang berkepanjangan.
Tekanan yang disebut memengaruhi tubuh dan pikiran
Basuki menegaskan bahwa kondisi mental kliennya belum sepenuhnya pulih meski sudah keluar dari lingkungan kerja tersebut. Ia menyebut tekanan yang dialami Nur tidak berhenti pada perasaan tertekan, tetapi juga berdampak pada tubuhnya.
Menurut keterangan yang disampaikan, gangguan itu muncul setelah Nur menghadapi tekanan verbal secara terus-menerus. Situasi tersebut membuatnya sulit tenang dan selalu waswas selama masih bekerja di rumah tersebut.
Nur juga disebut merasakan ancaman secara batin sampai memilih kabur. Langkah itu diambil karena ia merasa tidak aman dan jiwanya terancam.
Pengakuan soal ucapan kasar yang diterima
Dalam penuturannya, Nur mengaku pengalaman paling berat datang dari ucapan kasar yang ia terima dari Erin Taulany. Ia menyebut kerap dimaki dengan kata-kata yang dianggap tidak pantas, termasuk sebutan “tolol” dan “bego”.
Nur juga menuturkan bahwa ketika satu ART dimarahi, ART lain ikut merasakan dampaknya. Pola amarah seperti itu disebut membuat suasana kerja semakin tegang dan menekan.
Kondisi tersebut, menurut pihak Nur, bukan sekadar persoalan komunikasi yang keras. Tekanan verbal yang terjadi berulang disebut meninggalkan beban emosional yang besar.
Hasil konsultasi psikiater ikut menguatkan keluhan
Setelah keluar dari rumah dan didampingi tim hukum, Nur berkonsultasi dengan psikiater. Hasil konsultasi itu disebut menunjukkan adanya gangguan kesehatan mental dan fisik yang berkaitan dengan tekanan selama bekerja.
Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam laporan yang kini ditangani di Polres Jakarta Selatan. Pihak Nur menegaskan bahwa pengalaman itu meninggalkan bekas psikologis yang belum stabil hingga saat ini.
Basuki menyebut laporan itu berangkat dari kondisi yang dialami langsung oleh kliennya. Ia menekankan bahwa keluhan Nur bukan hanya soal rasa sakit hati, tetapi juga soal dampak kesehatan yang masih dirasakan.
Sorotan terhadap hubungan dengan mantan ART lain
Kasus ini menambah sorotan terhadap hubungan Erin Taulany dengan dua mantan ART-nya. Sebelumnya, Herawati alias Hera juga menyampaikan pengakuan serupa, sehingga perhatian publik kini mengarah pada dugaan perlakuan kasar verbal di lingkungan kerja tersebut.
Dari keterangan yang ada, inti persoalan kini berfokus pada dugaan makian dan tekanan kejiwaan yang disebut dialami Nur Rohmah. Situasi itu membuat kasus ini tidak hanya menjadi persoalan internal rumah tangga, tetapi juga menyangkut dugaan dampak psikologis dan fisik terhadap pekerja rumah tangga yang bersangkutan.
Source: www.suara.com