Mandiri Siapkan Pinjaman Non KUR Hingga Rp1,5 Miliar Tanpa Agunan, Cicilannya Lebih Ringan

Pinjaman Non KUR Mandiri kembali menarik perhatian karena menawarkan plafon besar hingga Rp1,5 miliar dengan skema cicilan yang dirancang lebih ringan bagi nasabah berpenghasilan tetap. Produk yang dimaksud adalah Kredit Serbaguna Mandiri atau KSM, yang menyasar kebutuhan konsumtif dengan tenor sampai 15 tahun dan pengajuan tanpa agunan fisik.

Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi plafon tinggi, tenor panjang, dan skema pembiayaan yang tidak mewajibkan penyerahan sertifikat rumah atau BPKB kendaraan. Fasilitas ini dinilai relevan bagi aparatur sipil negara dan kelompok pekerja tertentu yang membutuhkan dana besar untuk kebutuhan keluarga yang sifatnya personal.

Fokus pada kebutuhan nonusaha

KSM berbeda dari Kredit Usaha Rakyat atau KUR karena posisinya bukan untuk pembiayaan produktif. Dana dari fasilitas ini dipakai untuk kebutuhan seperti renovasi rumah, biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, persiapan pernikahan, hingga pengeluaran keluarga lainnya.

Produk ini juga disebut kembali diperkuat lewat promo KSM Spesial Hoki 2026 pada Februari 2026. Program tersebut ditujukan untuk memberi kemudahan pengajuan, terutama bagi nasabah payroll Bank Mandiri.

Segmen utama nasabah payroll

Segmen yang paling dibidik adalah PNS dan PPPK karena keduanya memiliki penghasilan tetap. Selain itu, fasilitas ini juga terbuka untuk TNI/Polri, pegawai BUMN, pegawai BUMD, hingga karyawan swasta tertentu.

Syarat pentingnya adalah sistem penggajian harus melalui Bank Mandiri agar profil penghasilan lebih mudah diverifikasi. Status payroll ini menjadi pembeda utama dibanding pinjaman konsumtif lain yang tidak terikat langsung dengan aliran gaji nasabah.

Meskipun tanpa agunan fisik, persetujuan tetap bergantung pada evaluasi kredit dan kelengkapan administrasi. Artinya, plafon maksimal hingga Rp1,5 miliar tidak otomatis diberikan kepada semua pemohon.

Dokumen yang harus disiapkan

Sebagai kredit berbasis penghasilan tetap, pengajuan KSM memerlukan dokumen administratif standar. Calon pemohon perlu menyiapkan e-KTP, NPWP, slip gaji terbaru, SK pengangkatan sebagai PNS atau PPPK, serta rekening payroll aktif di Bank Mandiri.

Kelengkapan dokumen menjadi dasar penilaian awal bank untuk memeriksa identitas, status kepegawaian, kemampuan bayar, dan kesesuaian dengan ketentuan kredit. Rekening gaji aktif di Bank Mandiri juga menjadi unsur penting karena terhubung langsung dengan mekanisme pembayaran angsuran.

Simulasi cicilan yang jadi acuan

Untuk kebutuhan personal, plafon Rp100 juta menjadi salah satu nominal yang paling banyak diminati. Nilai ini dianggap cukup besar, tetapi masih berada pada kisaran cicilan yang relatif fleksibel bagi peminjam bergaji tetap.

Pada tenor 3 tahun, cicilan diperkirakan berada di kisaran Rp3,2 juta hingga Rp3,5 juta per bulan. Jika tenor diperpanjang menjadi 5 tahun, angsuran turun ke sekitar Rp1,7 juta hingga Rp2,0 juta per bulan.

Untuk tenor 10 tahun, cicilan diperkirakan sekitar Rp1,0 juta hingga Rp1,2 juta per bulan. Sementara pada tenor 15 tahun, estimasi angsuran berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,0 juta per bulan.

Simulasi itu menggunakan asumsi bunga efektif yang kompetitif. Namun besaran final cicilan tetap bisa berubah karena dipengaruhi profil kredit pemohon, kebijakan bunga yang berjalan, serta komponen biaya administrasi dan asuransi.

Bagi peminjam yang ingin menjaga arus kas bulanan, tenor panjang memberi ruang cicilan yang lebih ringan. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek membuat kewajiban selesai lebih cepat meski angsuran per bulan menjadi lebih tinggi.

Dengan target utama nasabah payroll dan plafon tinggi, KSM menempatkan diri sebagai opsi pembiayaan konsumtif untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, hingga rencana keluarga lain yang membutuhkan dana cepat dan terukur.

Terkait