Manchester United muncul sebagai tim dengan performa terbaik di Liga Inggris dalam hitungan tahun kalender 2026, meski Arsenal masih memimpin klasemen musim 2025/2026 secara keseluruhan. Data performa sepanjang tahun ini justru menempatkan Setan Merah di posisi teratas, sementara The Gunners tertahan di bawah bayang-bayang persaingan yang makin rapat.
Dikutip dari Detik Sport, United mengumpulkan 28 poin dari 14 pertandingan, hasil dari delapan kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan. Catatan itu membuat mereka unggul tipis dari Manchester City yang berada tepat di bawahnya dengan 27 poin dari jumlah laga yang sama.
United menemukan stabilitas di momen penting
Konsistensi menjadi alasan utama Manchester United bisa memuncaki tabel performa tahun kalender 2026. Setelah sempat melalui dua laga tanpa poin penuh, mereka merespons dengan kemenangan tipis 1-0 atas Chelsea dan menjaga jarak dari para pesaing terdekat.
Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan United menjaga ritme di tengah kompetisi yang sangat ketat. Dengan 25 gol dan 16 kebobolan, selisih gol +9 juga menunjukkan tim ini cukup efisien dalam mengelola pertandingan sepanjang periode yang dihitung.
Manchester City sendiri tetap menjadi pesaing paling dekat. Tim asuhan Pep Guardiola mencatat tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan satu kekalahan, sambil membukukan selisih gol +10 dari 22 gol dan 12 kebobolan.
Arsenal masih kuat, tetapi tidak sekuat di klasemen musim berjalan
Posisi Arsenal menarik perhatian karena kontras dengan status mereka di tabel liga secara keseluruhan. Dalam tabel performa tahun kalender 2026, The Gunners baru mengoleksi 25 poin dari 14 laga, dengan rincian tujuh kemenangan, empat imbang, dan tiga kekalahan.
Dua kekalahan beruntun memberi dampak besar pada posisi Arsenal. Salah satunya terjadi saat menghadapi Manchester City, dan hasil itu membuat mereka tertahan di peringkat ketiga tabel performa meski masih berada di kelompok teratas.
Arsenal tetap menunjukkan produktivitas yang baik dengan 26 gol, lebih banyak dibanding Manchester United. Namun, 14 gol kebobolan memperlihatkan bahwa lini belakang mereka belum sepenuhnya stabil ketika momentum pertandingan bergeser.
Bournemouth dan Liverpool ikut menjaga tensi perebutan papan atas
Di luar dua raksasa Manchester dan Arsenal, Bournemouth tampil sebagai kejutan yang layak diperhitungkan. Klub ini menempati peringkat empat dengan 25 poin dari 14 pertandingan, hasil dari enam kemenangan, tujuh imbang, dan satu kekalahan.
Catatan itu menegaskan bahwa Bournemouth jarang kalah dan mampu menjaga banyak laga tetap kompetitif. Dalam tabel performa semacam ini, kemampuan menghindari kekalahan sering kali sama pentingnya dengan jumlah kemenangan.
Liverpool juga masih berada di jalur persaingan yang pantas dicermati. Mereka menempati posisi lima dengan 23 poin dari 15 laga, setelah meraih enam kemenangan, lima imbang, dan empat kekalahan.
Papan tengah rapat, Tottenham justru jatuh paling dalam
Di sektor tengah, persaingan berlangsung padat karena Brighton, Brentford, Everton, Leeds United, Aston Villa, Fulham, Nottingham Forest, Chelsea, West Ham, dan Sunderland saling berdekatan dalam rentang poin yang tidak terlalu jauh. Brighton dan Brentford sama-sama mengemas 22 poin, sementara beberapa tim lain bertahan di kisaran 18 hingga 19 poin.
Kondisi berbeda dialami Tottenham Hotspur yang terpuruk di dasar tabel performa tahun kalender 2026. Spurs baru mengumpulkan 6 poin dari 15 pertandingan dan belum sekali pun meraih kemenangan sepanjang periode tersebut.
Tekanan Tottenham semakin terasa karena mereka juga terjebak di zona degradasi pada klasemen reguler musim 2025/2026. Burnley pun belum lepas dari masalah setelah hanya meraup satu kemenangan dari 14 pertandingan, sehingga papan bawah Liga Inggris pada tahun ini memperlihatkan jurang yang tajam dibanding perebutan posisi puncak.
Dengan selisih poin yang rapat di papan atas dan tren yang berubah cepat dari satu pekan ke pekan berikutnya, performa Manchester United, Arsenal, dan Manchester City menjadi penentu utama arah persaingan saat kalender kompetisi terus berjalan.







