Kebiasaan membawa HP ke toilet terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa lebih serius dari yang dibayangkan. Ponsel yang dibawa masuk ke area penuh bakteri dan virus dapat ikut terkontaminasi, lalu menjadi perantara kuman ke tangan, makanan, atau wajah.
Risikonya bukan hanya soal kebersihan perangkat. Kebiasaan ini juga berkaitan dengan infeksi pencernaan, tekanan berlebih pada anus, hingga meningkatnya peluang muncul wasir jika dilakukan terlalu lama.
Permukaan ponsel bisa menjadi jalur bakteri
Saat digunakan di toilet, ponsel dapat membawa bakteri seperti Escherichia coli ke permukaannya. Jika tangan yang memegang ponsel kemudian menyentuh makanan atau bagian wajah, bakteri itu bisa masuk ke tubuh dan memicu diare serta gangguan pencernaan lain.
Kontaminasi seperti ini membuat kebiasaan yang tampak singkat berubah menjadi jalur perpindahan kuman yang sulit terlihat. Karena itu, masalahnya tidak berhenti pada perangkat, tetapi juga pada kebiasaan setelah keluar dari toilet.
Duduk terlalu lama ikut menambah tekanan
Selain risiko infeksi, terlalu lama duduk di toilet sambil menatap layar dapat memengaruhi area anus. Kebiasaan ini dikaitkan dengan fisura ani, yaitu luka pada anus yang bisa menimbulkan nyeri sangat kuat saat buang air besar dan perdarahan ringan.
Fisura ani juga dapat dipicu oleh sembelit dan kebiasaan mengejan terlalu keras. Namun, saat seseorang betah duduk karena sibuk bermain HP, durasi berada di toilet menjadi lebih panjang dari yang diperlukan dan risikonya ikut meningkat.
Wasir lebih mudah muncul jika waktu di toilet molor
Duduk terlalu lama di toilet juga dikaitkan dengan peningkatan risiko wasir. Sebuah studi yang dikutip The Conversation menyebut kebiasaan memainkan ponsel di toilet dapat meningkatkan risiko wasir sebesar 46%.
Biasanya orang hanya memerlukan waktu sampai 3 menit di toilet. Saat ponsel ikut dibawa, durasinya bisa melampaui 5 menit dan memberi tekanan berlebih pada anus, kondisi yang memperburuk pembuluh darah di sekitarnya.
Wasir dapat memunculkan gejala seperti perdarahan tanpa rasa sakit, iritasi, dan gatal. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa berkembang menjadi anemia berkepanjangan dan pembekuan darah yang membuat anus terasa sangat sakit.
Dampaknya juga bisa merambat ke pencernaan
Risiko lain yang disebut dapat muncul adalah hernia hiatal, yakni kondisi ketika bagian atas lambung menonjol dan masuk ke rongga dada melalui lubang kecil di otot diafragma. Duduk terlalu lama di toilet saat buang air besar sambil bermain ponsel disebut dapat meningkatkan risikonya.
Hernia hiatal dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di tulang rusuk dan dada, sakit perut, serta gangguan pencernaan lainnya. Dalam kondisi yang lebih berat, penanganannya bisa membutuhkan obat-obatan atau pembedahan.
Ponsel juga bisa ikut rusak
Kebiasaan ini tidak hanya berisiko bagi tubuh, tetapi juga bagi perangkat. Air toilet mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi kinerja ponsel dan memicu korosi.
Risiko kerusakan menjadi lebih besar jika ponsel tidak sengaja jatuh ke wastafel atau toilet. Dalam situasi seperti itu, kerusakan bisa bersifat permanen dan perangkat tidak lagi berfungsi seperti semula.
Meninggalkan ponsel sejenak saat ke toilet membantu mengurangi paparan bakteri, mencegah tekanan berlebih pada anus, dan menjaga perangkat tetap aman dari kerusakan. Kebiasaan sederhana ini memberi perlindungan yang sekaligus menyentuh urusan kebersihan, pencernaan, dan umur pakai ponsel.
Source: www.beautynesia.id






