
iBox resmi memulai penjualan MacBook Neo di Indonesia dan langsung menempatkannya sebagai opsi baru di kelas premium yang lebih mudah dijangkau. Dengan harga mulai Rp9,9 juta, laptop ini menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat ringan, praktis, dan tetap membawa pengalaman khas produk Apple.
Kehadirannya juga langsung dipamerkan lewat acara interaktif di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, yang berlangsung hingga 24 Mei. Erajaya Digital sebagai induk iBox menilai perangkat ini menjawab kebutuhan pasar terhadap laptop berkinerja tinggi dengan titik harga yang lebih ramah.
Harga awal jadi magnet utama
Daya tarik terbesar MacBook Neo ada pada banderol masuknya yang mulai dari Rp9,9 juta. iBox membuka penjualan melalui gerai fisik dan situs web resminya agar konsumen bisa langsung mencoba perangkat ini.
Selama periode peluncuran, ada pula penawaran tambahan yang ikut memperkuat daya tariknya. Pembeli bisa memperoleh cicilan gratis hingga dua bulan, tergantung metode pembayaran dari mitra tertentu dan selama kuota masih tersedia.
iBox juga menyertakan paket perlindungan jaminan perangkat Mac selama 12 bulan. Fasilitas ini membuat MacBook Neo tidak hanya menonjol lewat harga awal, tetapi juga lewat dukungan purna jual yang disiapkan sejak awal.
Masih membawa karakter premium
Meski diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau, MacBook Neo tetap mempertahankan sasis aluminium yang ringan. Material ini memberi kesan kokoh sekaligus menjaga identitas premium yang selama ini melekat pada lini komputer jinjing Apple.
Layar menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dari perangkat ini. MacBook Neo memakai panel Liquid Retina 13 inci beresolusi tinggi dengan optimasi kecerahan yang mumpuni dan dukungan tampilan hingga satu miliar warna.
Kombinasi itu membuatnya relevan untuk menikmati konten multimedia dengan visual yang tajam. Pada saat yang sama, layar ini juga mendukung pekerjaan kreatif ringan yang membutuhkan ketelitian tampilan.
Mesin Apple untuk mobilitas harian
Di bagian performa, MacBook Neo mengandalkan arsitektur system-on-chip buatan Apple. Sistem ini diklaim mampu menangani beban kerja harian, mulai dari komputasi dasar hingga pemrosesan kecerdasan buatan, dengan konsumsi daya yang sangat efisien.
Karakter tersebut cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi. Efisiensi daya membuat perangkat ini lebih mendukung aktivitas padat tanpa terlalu bergantung pada pengisian daya terus-menerus.
Terhubung ke ekosistem Apple
MacBook Neo menjalankan macOS Tahoe dan langsung terintegrasi dengan ekosistem Apple lainnya. Sinkronisasi dengan iPhone menjadi salah satu nilai tambah yang ditonjolkan untuk pengguna yang sudah berada di lingkungan produk Apple.
Dari sisi produktivitas, perangkat ini juga sudah dibekali aplikasi bawaan seperti Safari, Pages, dan Calendar. Kehadiran aplikasi dasar itu membuat laptop ini siap dipakai sejak awal tanpa harus menunggu banyak instalasi tambahan.
Dengan kombinasi harga awal Rp9,9 juta, panel Liquid Retina 13 inci, sasis aluminium ringan, SoC Apple yang hemat daya, dan macOS Tahoe, MacBook Neo tampil sebagai opsi baru yang cukup agresif di kelas premium. Di jaringan iBox, konsumen kini bisa melihat langsung bagaimana Apple mencoba menarik pasar yang mencari laptop premium dengan harga yang lebih sulit diabaikan.




