Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menempatkan ulama dan Majelis Ulama Indonesia sebagai penenang suasana sosial di tengah derasnya arus informasi. Ia menyebut peran itu penting saat hoaks dan ujaran kebencian mudah menyebar dan memicu kegaduhan di masyarakat.
Dalam pandangan Luthfi, kehadiran ulama di tengah warga membuat suasana lebih adem karena ada pembinaan langsung yang hadir di lapangan. Ia menggambarkan fungsi itu seperti radiator yang mendinginkan mesin ketika suhu meningkat.
Kolaborasi Pemerintah dan Tokoh Agama
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah XI MUI Jawa Tengah 2026 di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6). Di forum tersebut, Luthfi menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian menghadapi tekanan fiskal, dinamika geopolitik, dan tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan kerja bersama dengan Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi pilihan yang lebih tepat. Menurut dia, tantangan yang dihadapi daerah dan pemerintah terlalu kompleks jika diselesaikan dengan pola kerja sendiri.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri seperti Superman, kami membutuhkan super tim,” kata Luthfi, yang pernah menjabat Kapolda Jawa Tengah. Ia juga meminta pengurus baru MUI Jawa Tengah memperkuat komunikasi dengan pemerintah provinsi.
Ruang Bersama untuk Bahas Persoalan Umat
Luthfi bahkan membuka peluang agar kantor gubernur menjadi ruang bersama untuk membahas persoalan umat dan masyarakat. Ia menyampaikan keinginan agar pengurus baru MUI menjadikan kantor gubernur sebagai kantor bersama.
Sikap itu menunjukkan dorongan agar komunikasi antara pemerintah daerah dan tokoh agama berjalan lebih terbuka. Dalam pandangannya, kedekatan tersebut penting supaya persoalan sosial bisa dibicarakan lebih cepat dan lebih tenang.
Dari pihak MUI, Wakil Ketua Umum MUI Pusat Marsudi Syuhud menegaskan bahwa lembaganya adalah rumah besar bagi berbagai organisasi Islam. Di tingkat pusat, MUI menghimpun puluhan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, termasuk Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Al-Washliyah.
Kehadiran para ulama dan organisasi Islam dalam wadah itu memperkuat posisi MUI sebagai jembatan dialog di tengah masyarakat. Di Jawa Tengah, pesan Luthfi menegaskan bahwa peran tersebut masih dibutuhkan untuk menjaga warga tetap adem di tengah arus hoaks yang kian deras.
Source: jateng.jpnn.com





