Lumia 950 XL masih sulit dilupakan karena ponsel ini memberi sesuatu yang jarang dimiliki perangkat Windows lain pada masanya: paket fitur yang terasa seimbang. Di tengah banyak kompromi, perangkat ini tetap punya alasan kuat untuk dipilih, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kamera, baterai, dan fitur khas Lumia.
Kenangan terhadapnya juga lekat dengan masa ketika Microsoft masih serius mengejar ambisi mobile. Saat banyak pengguna sudah pindah ke platform lain, masih ada yang bertahan, memperbaiki masalah, dan percaya Windows 10 Mobile masih punya masa depan.
1. Ukuran layar besar yang tetap nyaman
Salah satu alasan paling kuat ada pada bentuk fisiknya. Layarnya cukup besar untuk kebutuhan harian, tetapi tidak terasa berlebihan seperti Lumia 1520 yang dikenal terlalu besar dan kaku di sudut bodinya.
Keseimbangan itu membuat Lumia 950 XL terasa praktis dipakai setiap hari. Layar beresolusi lebih tinggi juga memberi pengalaman visual yang lebih enak dilihat dibanding pendahulunya.
2. Kamera yang memberi nilai lebih
Kamera sudah lama menjadi identitas Lumia, dan 950 XL memperkuat reputasi itu. Bahkan model seperti Lumia 640 XL sebelumnya sudah dianggap mampu tampil meyakinkan di kelasnya.
Pada 950 XL, kemampuan kamera dinilai lebih kuat lagi. Tombol shutter fisik ikut hadir dan memberi kontrol yang lebih jelas saat memotret, sesuatu yang baru terasa berharga ketika sudah tidak ada.
Masih ada catatan, terutama soal panorama. Lumia Panorama tidak bisa dipasang di perangkat ini, sementara aplikasi pihak ketiga di Windows 10 Mobile disebut belum memuaskan untuk menutup kekosongan itu.
3. Baterai besar dan bisa diganti
Di saat banyak ponsel makin tipis, baterai sering jadi korban pertama. Lumia 950 XL justru membawa baterai besar yang bisa dilepas, fitur yang kini semakin jarang ditemui.
Bagi pengguna berat, hal ini sangat relevan. Perangkat ini dinilai cocok untuk Netflix, streaming musik, podcast, foto anak, gim, dan email, apalagi sudah mendukung Quick Charge termasuk saat dipakai bersama power bank portabel yang kompatibel.
Fleksibilitasnya menjadi nilai penting lain. Saat baterai habis, pengguna bisa langsung menggantinya dengan unit baru tanpa harus menunggu pengisian ulang selesai.
4. Continuum yang terasa berbeda
Continuum membuat Lumia 950 XL punya identitas yang jelas di antara ponsel lain. Fitur ini memungkinkan perangkat dipakai bersama TV di rumah untuk layar yang lebih besar, atau untuk bekerja ringan saat jauh dari meja kerja.
Dengan hub USB-C murah, ponsel bisa dihubungkan sambil tetap mengisi daya. Hardware 950 XL juga belum terasa lambat saat digunakan lewat Continuum, dan itu menjadi salah satu keunggulan yang paling diingat penggunanya.
5. Windows 10 Mobile yang mulai matang
Di sisi perangkat lunak, Windows 10 Mobile dianggap jauh lebih baik dibanding masa awal peluncurannya. Antarmukanya dinilai lebih cocok untuk layar besar, dan aplikasi baru yang dibuat untuk Windows 10 disebut jauh lebih baik daripada versi sebelumnya.
Bagi pengguna yang sudah hidup di ekosistem Microsoft, pengalaman itu terasa menyatu. Outlook, Groove, Xbox, dan Live Tiles memberi nilai lebih yang sulit dicari di platform lain bagi mereka yang bergantung pada layanan Microsoft.
Soal keluhan aplikasi, sebagian pengguna menilai masalah “app gap” tidak terlalu berat. Dari aplikasi yang benar-benar dirindukan, Authy disebut sebagai kebutuhan yang paling penting, sementara yang lain tidak terlalu mengganggu.
Lumia 950 XL memang tidak bebas masalah. Aplikasi kamera dilaporkan bisa memicu reboot penuh beberapa kali dalam seminggu, tetapi pada saat itu banyak penggunanya masih menganggap gangguan seperti ini bisa diperbaiki.
Itulah yang membuat Lumia 950 XL tetap dicintai sampai sekarang. Perangkat ini bukan ponsel sempurna, tetapi cukup kuat, cukup berbeda, dan cukup masuk akal untuk membuat banyak orang sulit melupakannya.
