London Dikepung Dua Gelombang Protes, Imigrasi dan Palestina Berjalan di Bawah Pengawalan Ketat

Ribuan orang memenuhi pusat London pada Sabtu dalam dua aksi besar yang berjalan beriringan namun membawa pesan yang sangat berbeda. Satu kubu menolak imigrasi tinggi dan apa yang mereka sebut ancaman Islam terhadap identitas Inggris, sementara kubu lain turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan bagi Palestina.

Kedua pawai itu berlangsung di bawah penjagaan ketat polisi. Aparat menurunkan 4.000 petugas, termasuk bala bantuan dari luar ibu kota, dan menyebut operasi ini sebagai penanganan ketertiban umum terbesar dalam beberapa tahun.

Hingga pukul 18.30 GMT, setelah kedua pawai selesai, polisi mengatakan ada 43 penangkapan untuk berbagai pelanggaran. Polisi juga menilai situasi “sebagian besar tanpa insiden berarti”, meski empat petugas terluka pada Sabtu dan tidak ada yang mengalami luka serius.

Gelombang besar di pawai anti-imigrasi

Aksi anti-imigrasi itu diorganisasi oleh Stephen Yaxley-Lennon, aktivis anti-Islam yang lebih dikenal sebagai Tommy Robinson. Pemerintah sebelumnya melarang 11 orang yang disebut sebagai “agitator sayap kanan asing” masuk ke Inggris untuk berbicara di depan demonstrasi tersebut.

Perdana Menteri Keir Starmer pada Jumat menuduh para penyelenggara “menyebarkan kebencian dan perpecahan, sesederhana itu”. Di kerumunan pendukung Robinson, banyak peserta mengibarkan bendera Inggris dan bendera Britania Raya.

Salah satu peserta, Allison Parr, mengatakan migrasi yang terlalu besar menimbulkan banyak masalah dan mengganggu keseimbangan yang rapuh. Ia juga mengkritik kebijakan lingkungan net-zero.

Robinson sendiri berbicara kepada massa dan menyebut Britania Raya sedang “terbangun” melalui “kebangkitan budaya” dan “revolusi budaya”. Ia memiliki riwayat hukuman atas kasus penyerangan, penguntitan, dan pelanggaran lain.

Aksi itu juga menampilkan simbol dan aksi yang memancing sorakan massa. Tiga perempuan asal Prancis dari kelompok anti-imigrasi feminis Nemesis naik ke panggung utama, sempat mengenakan cadar bergaya Islam, lalu melepaskannya di tengah sorakan sebelum menyampaikan pidato singkat yang kritis terhadap Muslim dan imigrasi.

Imigrasi dan politik identitas makin menonjol

Kekhawatiran terhadap imigrasi, termasuk kedatangan pencari suaka dengan perahu kecil, telah menekan popularitas Starmer. Isu ini juga membantu mengangkat Partai Reform UK yang berhaluan kanan.

Meski begitu, pemimpin Partai Reform UK Nigel Farage menjauhkan diri dari Robinson. Di sisi lain, data sensus menunjukkan 6,5% penduduk Inggris dan Wales mengidentifikasi diri sebagai Muslim pada 2021, naik dari 4,9% pada 2011.

Pada saat yang sama, migrasi bersih tahunan mendekati 900.000 pada 2022 dan 2023. Angka itu turun menjadi sekitar 200.000 tahun lalu setelah aturan visa kerja diperketat.

Pawai pro-Palestina di lokasi tak jauh berbeda

Tidak jauh dari situ, demonstran yang membawa bendera Palestina dan poster seruan mengakhiri perang di Gaza menggelar pawai untuk menandai Nakba Day. Istilah “Nakba” berarti bencana dalam bahasa Arab dan merujuk pada kehilangan tanah oleh warga Palestina dalam perang 1948 setelah pembentukan Israel.

Seorang demonstran, Sharon De-Wit, mengatakan perilaku Israel “tidak adil di luar kepercayaan”. Ia juga menyebut orang Yahudi tidak akan bisa hidup damai sampai warga Palestina diizinkan membentuk negara sendiri.

Aksi pro-Palestina itu berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat di London. Situasi itu mencakup rangkaian serangan pembakaran di situs Yahudi dan penusukan terhadap dua pria Yahudi bulan lalu yang diperlakukan sebagai terorisme.

Polisi mengatakan rangkaian pawai pro-Palestina besar yang berulang, sebanyak 33 kali sejak serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023, telah membuat banyak warga Yahudi merasa terlalu terintimidasi untuk masuk ke pusat London. Polisi juga menyebut pawai-pawai itu rutin memicu penangkapan atas pelanggaran ketertiban umum yang bermotif rasial dan agama.

Pada Sabtu, sebagian demonstran meneriakkan “Death to the IDF”, merujuk pada militer Israel. Polisi sebelumnya mengatakan bahasa semacam itu dapat menjadi alasan penangkapan ketika diarahkan kepada warga Yahudi.

Baca Juga

Back to top button