LLHPB PWA Jawa Tengah membawa pendekatan yang berbeda dalam gerakan tanam pohon di Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Mereka tidak ingin penanaman berhenti sebagai seremoni, tetapi dibuat berlanjut lewat konsep tanam pohon sistem pola asuh.
Konsep ini menekankan bahwa bibit yang ditanam harus memiliki pihak yang merawat, sehingga pohon benar-benar tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Dari sini, kegiatan lingkungan tidak lagi dipandang sebagai aksi sesaat, melainkan rangkaian tanggung jawab setelah bibit ditanam.
Panggung Jambore Milad di Tawangmangu
Kegiatan tersebut berlangsung di WonderPark Tawangmangu, Karanganyar, bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional pada Sabtu-Ahad, 27-28/6/2026. LLHPB PWA Jateng menjadi salah satu lembaga yang ikut berkontribusi dalam perhelatan besar Milad ke-109 PWA Jawa Tengah.
Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB PWA Jateng, Deny Ana I’tikafia, menegaskan bahwa menanam pohon tidak boleh berhenti pada momen awal. Menurut dia, pohon harus punya pihak yang merawat agar bisa tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
1.000 Bibit Dibawa ke Lokasi Acara
Persiapan kegiatan dimulai sejak Jumat, 26/06/20260, saat sejumlah pengurus LLHPB PWA Jateng berkunjung ke kebun bibit persemaian permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo. Lokasi itu berada di Dusun Bakaran, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua PWA Jawa Tengah Koordinator Bidang LLHPB Sri Gunarsi, Ketua LLHPB PWA Jawa Tengah Lilik Tri Prihantini, Deny Ana I’tikafia, Sekretaris Nuzilah, dan Bendahara Nok Syukrilah. Dari kunjungan itu, mereka membawa 1.000 bibit pohon untuk dibawa ke lokasi jambore.
| Jenis Bibit | Jumlah |
|---|---|
| Alpukat | 200 |
| Durian | 100 |
| Jambu Biji | 100 |
| Nangka | 200 |
| Pete | 200 |
| Indigo Fera | 75 |
| Trembesi | 125 |
Bibit yang disiapkan terdiri dari alpukat, durian, jambu biji, nangka, pete, indigo fera, dan trembesi. Seluruh bibit itu kemudian dibawa langsung ke arena kegiatan untuk dibagikan dan ditindaklanjuti dalam gerakan tanam pohon.
Pesan Simbolis Lalu Diteruskan ke Ranting
Pada Sabtu, 27/06/2026, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah menyampaikan sambutan sekaligus menyerahkan bibit tanaman secara simbolis. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar bibit tersebut dibagikan kepada ranting yang membutuhkan.
Pesan itu kemudian ditindaklanjuti pada Ahad, 28/6/206, usai salat subuh berjamaah. Pengurus LLHPB PWA Jateng yang dipimpin Lilik Tri Prihantini turun ke ranting-ranting untuk menggerakkan penanaman sekaligus menyosialisasikan konsep pola asuh pohon.
Mereka juga menanam pohon di sekitar kawasan Jumog Putri Gondosuli. Setelah itu, rombongan berkunjung ke lima Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah untuk memberikan arahan tentang penanaman pohon sistem pola asuh.
Lima Ranting yang Dikunjungi
Kehadiran LLHPB PWA Jateng di ranting-ranting itu disambut Ketua PCA Tawangmangu, Siti Muryati. Lima ranting yang dikunjungi adalah PRA Blumbang, PRA Pancot, PRA Tawangmangu, PRA Nglurah, dan PRA Nglebak.
Di PRA Blumbang, rombongan diterima Ketua PRA Nurrahmah Wulandari. Di PRA Pancot, penyambutan dilakukan oleh Ketua PRA Nur Cahyani Fitria Saputri, sementara di PRA Tawangmangu diterima Sriyati Chasanah.
| Ranting | Penanggung Jawab/Penyambut |
|---|---|
| PRA Blumbang | Nurrahmah Wulandari |
| PRA Pancot | Nur Cahyani Fitria Saputri |
| PRA Tawangmangu | Sriyati Chasanah |
| PRA Nglurah | Sulastri |
| PRA Nglebak | Dwi Wahyu Widayanti |
Kunjungan berlanjut ke PRA Nglurah yang diterima Sulastri, lalu ke PRA Nglebak yang disambut Dwi Wahyu Widayanti. Melalui rangkaian itu, LLHPB PWA Jateng ingin memperluas kampanye peduli lingkungan sekaligus memastikan konsep tanam pohon sistem pola asuh bisa diterapkan di tingkat ranting.
Jambore Milad ke-109 ‘Aisyiyah Jawa Tengah sendiri dihadiri majelis dan lembaga dari 35 PDA se-Jawa Tengah. Keterlibatan LLHPB PWA Jateng menempatkan gerakan lingkungan sebagai bagian penting dari semangat dakwah kemanusiaan yang dibawa dalam pertemuan besar tersebut.
