Livin’ by Mandiri terus menunjukkan peran yang makin besar dalam bisnis digital Bank Mandiri. Hingga Mei 2026, aplikasi ini telah dipakai 40,3 juta pengguna dan menjadi motor utama transaksi bernilai ribuan triliun rupiah.
Lonjakan itu tidak hanya terlihat dari jumlah pengguna, tetapi juga dari frekuensi dan nilai transaksi yang terus naik. Bank Mandiri mencatat transaksi melalui Livin’ by Mandiri mencapai 2,2 miliar kali, tumbuh 19% secara tahunan, dengan nilai transaksi Rp2.083 triliun atau naik 19,6% secara tahunan.
Strategi digital yang terus diperkuat
SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap mengatakan perseroan terus memperkuat Livin’ by Mandiri sebagai layanan digital yang adaptif, relevan, dan terintegrasi. Aplikasi ini diposisikan sebagai salah satu pilar utama untuk menjaga keunggulan Bank Mandiri secara berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri yang inklusif dan berdaya saing,” kata Yanto dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Lebih dari aplikasi transfer
Pengembangan Livin’ by Mandiri membuat layanan ini bergerak ke arah super app yang menampung banyak kebutuhan finansial harian dalam satu platform. Fitur yang tersedia mencakup transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan rutin, top up e-wallet, transaksi QRIS di merchant, hingga pembelian tiket perjalanan dan kebutuhan lifestyle lewat Livin’ Sukha.
Pola pengembangan seperti ini membuat aplikasi tersebut tidak lagi sekadar menjadi kanal transaksi dasar. Bank Mandiri menempatkannya sebagai ruang layanan yang dirancang agar nasabah bisa menyelesaikan lebih banyak kebutuhan tanpa berpindah aplikasi.
Akses bantuan dibuat lebih cepat
Selain fitur transaksi, Bank Mandiri juga menambahkan Livin’ Call di dalam aplikasi. Melalui fitur ini, nasabah dapat langsung terhubung dengan agen call center Bank Mandiri tanpa biaya pulsa.
Fitur tersebut memperluas fungsi aplikasi dari sekadar alat transaksi menjadi pintu akses layanan pelanggan yang lebih praktis. Di tengah tingginya volume transaksi digital, kecepatan bantuan menjadi bagian penting dari pengalaman nasabah.
Reliability jadi penopang pertumbuhan
Bank Mandiri menyebut pengembangan Livin’ by Mandiri dijalankan dengan menekankan reliability, scalability, dan customer centricity. Tiga prinsip itu dipakai untuk menjaga kualitas layanan digital saat aktivitas transaksi masyarakat terus meningkat.
Di sisi lain, perseroan juga menegaskan pengelolaan risiko tetap dilakukan secara disiplin. Dengan cara itu, Bank Mandiri menargetkan performa Livin’ by Mandiri tetap terjaga meski jumlah pengguna dan transaksi terus bertambah.
Yanto menambahkan, ke depan Bank Mandiri akan terus memperkuat inovasi layanan dan kolaborasi strategis untuk memperluas akses keuangan yang inklusif. Langkah itu juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan.
Source: finansial.bisnis.com






