Linux 7.2 disebut akan menghapus dukungan untuk kartu grafis Hercules Monochrome ISA, perangkat tampilan lawas yang pertama kali hadir pada 1982. Keputusan ini menutup salah satu jejak kompatibilitas paling tua yang masih dipertahankan kernel modern.
Langkah tersebut menarik perhatian karena Linux selama ini dikenal sangat lama menjaga dukungan untuk perangkat keras lama. Kini, pembersihan kode untuk driver yang nyaris tidak lagi dipakai kembali berlanjut di Linux 7.2.
Perangkat grafis dari awal era PC
Hercules Monochrome ISA graphics adapter adalah produk dari awal era komputer personal dan dirilis pada 1982. Perangkat ini hadir jauh sebelum istilah GPU dipakai luas seperti sekarang.
Secara fungsi, kartu ini menangani keluaran grafis untuk PC pada masanya. Meski sangat sederhana menurut ukuran saat ini, perangkat tersebut tetap punya tempat penting dalam sejarah komputasi.
| Detail | Hercules Monochrome ISA |
|---|---|
| Tahun rilis | 1982 |
| Resolusi maksimum | 720 x 348 piksel |
| VRAM | 32KB, lalu 64KB pada versi berikutnya |
| Frekuensi horizontal | 18,43 kHz |
Spesifikasinya memperlihatkan jarak besar antara teknologi grafis awal 1980-an dan kebutuhan sistem operasi modern. Dukungan monokrom dengan resolusi maksimum 720 x 348 piksel dan VRAM yang sangat kecil menjadi pengingat betapa tuanya perangkat ini.
Mengapa dukungannya dihapus
Menurut Phoronix, perubahan itu muncul dalam merge baru untuk rilis Linux 7.2. Bagian commit tersebut memuat pembersihan driver perangkat keras lama yang sudah tidak digunakan, termasuk driver untuk adaptor grafis monokrom Hercules.
Penghapusan dukungan ini tidak disebut sebagai perubahan besar bagi pengguna Linux masa kini. Alasannya lebih mengarah pada pembersihan driver lama yang tidak lagi dipakai dalam praktik sehari-hari.
Menjaga dukungan untuk perangkat keras yang hampir tidak digunakan lagi berarti tetap mempertahankan kode tambahan di kernel. Dalam proyek sebesar Linux, kode warisan seperti ini sering menjadi kandidat utama untuk dihapus saat manfaatnya tidak lagi sebanding dengan biaya pemeliharaan.
Fakta bahwa driver tersebut masih ada hingga sekarang justru menunjukkan betapa panjang umur kompatibilitas Linux. Tidak banyak sistem operasi modern yang masih menyisakan dukungan resmi untuk perangkat grafis dari awal 1980-an.
Berbarengan dengan pengurangan warisan lain
Perubahan ini datang tidak lama setelah Linux 7.1 juga mengakhiri dukungan untuk i486. Rangkaian keputusan itu memperlihatkan bahwa pengembang kernel mulai lebih tegas menyingkirkan komponen warisan yang sudah tidak relevan untuk distro Linux modern.
Bagi pengguna umum, dampaknya kemungkinan besar tidak terasa sama sekali. Sangat sulit membayangkan ada pengguna distro Linux modern yang masih mengandalkan kartu grafis monokrom dari 1982.
Masih muncul di pasar kolektor
Meski dukungannya akan dihapus dari Linux 7.2, kartu Hercules lawas belum sepenuhnya hilang dari peredaran. Beberapa unit masih muncul di eBay dan dijual pada kisaran rendah ratusan dolar AS.
Kehadiran perangkat itu di pasar barang bekas lebih mencerminkan nilai koleksi daripada nilai pakai. Di tengah ekosistem komputasi saat ini, kartu seperti ini praktis tidak lagi relevan untuk menjalankan distribusi Linux modern.
Saat pertama kali diluncurkan, Hercules Monochrome ISA dijual seharga $499. Belakangan, Hercules Graphics Card Plus atau HGC+ hadir dengan harga $299, sehingga menjadi opsi yang lebih murah dibanding model awal.
Harga awal tersebut menunjukkan bahwa perangkat grafis pada masanya juga bukan komponen murah. Dalam konteks sejarah PC, Hercules termasuk salah satu produk yang membantu membentuk fondasi tampilan komputer sebelum era akselerasi grafis modern hadir.
Penghapusan dukungan ini menjadi pengingat bahwa kernel Linux terus berubah mengikuti kebutuhan aktual penggunanya. Saat perangkat keras lama tak lagi dipakai, ruang untuk kode warisan di kernel pun makin sempit.
Bagi penggemar retro computing, kabar ini menandai berakhirnya satu jejak sejarah dalam kernel modern. Bagi pengguna umum, perubahan di Linux 7.2 kemungkinan besar akan berlalu tanpa dampak apa pun pada pengalaman sehari-hari.
