Kabar meninggalnya Lindsey Graham mengejutkan Washington karena senator Partai Republik itu baru saja kembali dari perjalanan ke Kyiv, Ukraina. Politikus berusia 77 tahun tersebut wafat mendadak setelah jatuh sakit pada Sabtu (11/7/2026), menurut kantor Graham.
Graham selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Senat Amerika Serikat, terutama dalam isu pertahanan dan urusan internasional. Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar di Partai Republik saat perdebatan soal kebijakan luar negeri AS masih berlangsung panas.
Sakit mendadak di Capitol Hill
Kantor Graham meminta publik memberi ruang bagi keluarga yang sedang berduka. “Keluarga Senator Graham menghargai doa-doa pada saat ini dan meminta privasi selama masa yang sangat sulit ini,” kata juru bicara kantor tersebut, dikutip dari NBC News.
Respons darurat juga muncul di rumah Graham di Capitol Hill pada Sabtu malam. Berdasarkan rekaman audio pemindai polisi yang diperoleh NBC News, petugas merespons panggilan terkait “henti jantung”, sementara foto-foto yang ditinjau media itu menunjukkan paramedis membawa seseorang di atas tandu ke ambulans.
Mobil polisi dan truk pemadam kebakaran terlihat berada di lokasi kejadian. Rangkaian itu menggambarkan kondisi yang memburuk secara tiba-tiba dan memicu penanganan darurat besar di sekitar kediamannya.
Tokoh kunci Partai Republik
Graham terpilih menjadi Senator AS pada 2002 dan sedang mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima dalam pemilihan paruh waktu musim gugur ini. Selama lebih dari dua dekade di Washington, ia menjadi suara penting Partai Republik dalam pembahasan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri.
Dalam beberapa hari terakhir, Graham juga aktif membahas konflik di Timur Tengah. Ia mendesak Arab Saudi untuk bergabung dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran, lalu mempertanyakan alasan Amerika Serikat harus membuat perjanjian pertahanan dengan negara yang tidak mau ikut pertempuran itu.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Nama | Lindsey Graham |
| Usia | 77 tahun |
| Status politik | Senator AS dari Partai Republik untuk South Carolina |
| Terpilih pertama kali | 2002 |
| Konteks terakhir | Baru pulang dari Kyiv setelah bertemu Volodymyr Zelensky |
Di platform X, Graham menulis pada Senin (6/7/2026) bahwa Arab Saudi menolak menggunakan militernya yang mumpuni sebagai bagian dari upaya mengakhiri rezim Iran. Ia juga mempertanyakan alasan AS harus membuat perjanjian pertahanan dengan negara yang tidak mau bergabung dalam pertempuran itu.
Perjalanan politik Graham yang panjang membuat namanya lekat dengan isu-isu besar di Washington. Dengan kepergiannya, Partai Republik kehilangan salah satu figur yang paling sering muncul dalam debat soal arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
