Di pasar sneaker kolektor, Vans sudah melampaui citra sepatu kasual untuk skate. Sejumlah rilisan kolaborasinya kini dipandang sebagai aset gaya yang bernilai tinggi karena desain, nama kreator, dan distribusi yang sangat terbatas.
Kondisi itu membuat harga beberapa model Vans melonjak jauh dari banderol awalnya. Dari kolaborasi dengan seniman kontemporer hingga label streetwear premium, ada rilisan yang kini diburu karena nilai sejarah dan kelangkaannya di pasar resale.
Mengapa kolaborasi Vans bisa mahal
Nilai sebuah sneaker kolaborasi biasanya tidak hanya ditentukan oleh merek yang menempel di label. Daya tarik utama sering muncul dari cerita di balik desain, keterkaitan dengan budaya pop, seni, musik, dan streetwear, serta jumlah produksi yang terbatas.
Saat faktor-faktor itu bertemu dalam satu rilisan, kolektor melihatnya sebagai barang yang lebih dari sekadar alas kaki. Sepatu pun berubah menjadi item koleksi yang sulit dicari dalam kondisi bagus, sehingga harganya bisa naik berkali-kali lipat.
1. Vans Kaws x Chukka Boot LX 2007 The Simpsons
Kolaborasi ini menjadi salah satu yang paling ikonik karena menyatukan Vans, KAWS, dan The Simpsons dalam satu proyek. Saat pertama meluncur, harga ritel Chukka Boot LX masih berada di kisaran sekitar Rp1,6 juta.
Di pasar resale, posisinya berubah drastis dan nilainya disebut bisa mencapai Rp50 juta. Kombinasi nama besar, karakter visual KAWS, dan elemen The Simpsons membuat sneaker ini masuk jajaran rilisan Vans paling mahal.
2. VANS Horween X SK8-Hi Reissue Lite LX Sneakers – Red
Model ini menonjol karena menggunakan kulit dari Horween Leather Company yang dikenal punya reputasi tinggi. Material tersebut dinilai tahan lama, bertekstur premium, dan justru semakin menarik seiring waktu karena karakter aging-nya.
Vans memadukan material itu dengan siluet klasik SK8-Hi dan teknologi Lite LX yang lebih ringan. Hasilnya, sepatu ini dihargai Rp42 juta dan menunjukkan bahwa kualitas material juga bisa mendorong nilai koleksi yang sangat tinggi.
3. Supreme x Vans Sk8-Hi SL Public Enemy
Rilisan yang pertama kali hadir pada 2006 ini punya pengaruh kuat karena menggabungkan musik, fashion, dan kultur skate. Kombinasi itu memberi bobot budaya yang membuatnya menonjol dibandingkan model Vans biasa.
Desainnya memakai logo crosshair di sisi sepatu dan tulisan album Public Enemy, “It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back”, pada midsole. Karena desainnya kuat dan stoknya langka, sepasang sneaker ini disebut berada di kisaran Rp20 juta.
4. Vans x Fear of God Era 95 Reissue Marshmallow
Kolaborasi ini memperlihatkan sisi Vans yang lebih tenang dan minimalis. Warna marshmallow yang dominan putih krem memberi kesan bersih, sementara bentuknya tetap mudah dipadukan dengan banyak gaya busana.
Fear of God, label streetwear besutan Jerry Lorenzo, juga membawa citra premium yang ikut mengangkat nilai sepatu ini. Di pasar kolektor, model tersebut dihargai Rp16,8 juta dan menarik bagi pemburu sneaker berdesain sederhana tetapi eksklusif.
5. Takashi Murakami x Vans Classic Slip-On LX Blue Flower
Rilisan ini langsung dikenali lewat motif bunga warna-warni khas Takashi Murakami. Warna biru cerah pada bagian upper memberi tampilan segar dan playful, sekaligus menegaskan karakter seni superflat yang identik dengan sang seniman.
Sepatu ini tidak diproduksi massal dalam jangka panjang, sehingga ketersediaannya terbatas. Karena itu, Classic Slip-On LX Blue Flower tetap eksklusif di pasar dengan harga Rp6 juta sepasang.
Di tengah pasar sneaker yang semakin kompetitif, lima rilisan ini memperlihatkan bahwa nilai Vans di pasar koleksi lahir dari perpaduan desain, cerita budaya, dan kelangkaan produk. Bagi kolektor, sepatu-sepatu tersebut bukan hanya bagian dari gaya hidup, tetapi juga representasi pertemuan seni, musik, dan streetwear yang terus dicari.
Source: www.idntimes.com






