LiDAR 4D Baru Bikin Robot Lebih Cepat Membaca Gerak Objek, Hemat Daya Juga

LiDAR 4D mulai masuk ke fase yang lebih penting dalam pengembangan robot dan kendaraan otonom karena sensor ini tidak hanya membaca posisi objek, tetapi juga kecepatan objek secara real-time. Kemampuan itu membuat sistem dapat merespons lingkungan lebih cepat dan lebih akurat saat menghadapi kondisi yang berubah-ubah.

Perubahan ini penting karena kebutuhan navigasi aman terus meningkat di mobil tanpa sopir, robot industri, dan sistem AI berbasis edge computing. Di saat yang sama, industri juga menuntut sensor yang hemat daya agar bisa dipakai lebih luas pada perangkat modern.

Kolaborasi Cadence dan Aeva

Cadence dan Aeva mengumumkan kolaborasi untuk mengintegrasikan Tensilica Vision DSP ke dalam sistem LiDAR 4D. Tujuannya adalah mempercepat pemrosesan data sekaligus membuat sistem lebih efisien dalam penggunaan daya.

Aeva melisensikan teknologi DSP itu untuk mempercepat pemrosesan sinyal pada LiDAR 4D miliknya. Integrasi ini diposisikan untuk memperkuat persepsi real-time pada industri otomotif dan aplikasi AI fisik.

Apa yang membuat LiDAR 4D berbeda

Berbeda dari LiDAR konvensional, sistem LiDAR 4D milik Aeva dapat mendeteksi posisi dan kecepatan objek secara bersamaan. Hasilnya, perangkat otonom bisa mengambil keputusan lebih cepat ketika menghadapi lalu lintas padat atau lingkungan kerja yang dinamis.

Teknologi LiDAR sendiri sudah menjadi komponen vital dalam kendaraan tanpa sopir dan robotika. Sensor ini mendukung pemetaan 3D dan deteksi objek dengan akurasi tinggi untuk membantu keselamatan serta navigasi.

Fokus pada kecepatan dan efisiensi daya

Cadence menyebut Tensilica Vision DSP menawarkan performa tinggi dengan efisiensi daya rendah untuk pemrosesan data real-time. Teknologi ini juga bisa disesuaikan dengan alur kerja perangkat yang berbeda, sehingga lebih fleksibel untuk berbagai implementasi sensor.

Perusahaan menilai kemampuan itu penting untuk aplikasi berlatensi rendah seperti LiDAR. Sistem seperti ini membutuhkan respons cepat tanpa membebani konsumsi daya, terutama pada otomasi industri yang harus stabil dalam waktu lama.

Dukungan untuk ekosistem AI tepi

Tensilica Vision DSP tidak hanya dipakai untuk LiDAR. Teknologi ini juga digunakan pada ADAS, radar, pemrosesan audio, computer vision, dan SLAM atau Simultaneous Localization and Mapping.

Cadence juga melengkapi platform ini dengan NeuroWeave SDK, kompiler jaringan saraf generasi terbaru untuk mendukung eksekusi AI modern pada perangkat edge dan sistem otonom. Kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak ini menunjukkan arah pengembangan sensor yang lebih cepat sekaligus lebih siap untuk sistem cerdas yang menuntut presisi tinggi.

Pernyataan dari kedua perusahaan

Kepala Insinyur Aeva, James Reuther, mengatakan integrasi teknologi Cadence memberi fleksibilitas dan peningkatan kinerja yang dibutuhkan untuk memperluas kemampuan persepsi. Ia menilai dukungan itu akan membantu menghadirkan solusi yang dapat diskalakan bagi pelanggan industri dan otomotif.

Reuther juga menyebut integrasi Tensilica Vision DSP ke sistem LiDAR generasi berikutnya membuat Aeva bisa memanfaatkan perangkat keras Cadence yang sangat dapat dikonfigurasi serta rangkaian perangkat lunak yang dioptimalkan. Sementara itu, Direktur Grup Manajemen Produk dan Pemasaran Tensilica DSP Cadence, Amol Borkar, menegaskan komitmen perusahaan untuk membantu pengembangan sistem AI yang lebih cerdas, aman, dan terhubung.

Dalam ekosistem kendaraan otonom dan robot industri, LiDAR 4D semakin dipandang sebagai fondasi penting untuk meningkatkan kemampuan persepsi mesin. Dukungan pemrosesan yang cepat, efisiensi daya yang tinggi, dan kemampuan membaca posisi serta kecepatan objek membuat teknologi ini relevan untuk berbagai kebutuhan otomatisasi yang makin kompleks.

Source: www.suara.com
Terkait