Lenovo merilis ponsel khusus anak sekolah yang sengaja dibuat jauh dari pola pakai smartphone pada umumnya. Perangkat ini tidak dibekali gim, web browser, atau media sosial, tetapi justru menonjolkan fungsi belajar, komunikasi dasar, dan kontrol orang tua yang ketat.
Di sisi pengawasan, fitur paling mencolok adalah pelacakan lokasi real time lewat GPS. Orang tua juga bisa mengaktifkan geofencing agar sistem mengirim notifikasi saat anak masuk atau keluar dari area tertentu seperti rumah dan sekolah.
Kontrol dari aplikasi pendamping
Pengaturan perangkat dilakukan lewat aplikasi pendamping yang memberi kendali cukup luas kepada orang tua. Dari sana, nomor tidak dikenal bisa diblokir, waktu ponsel menyala dan mati bisa dijadwalkan, dan classroom mode bisa diaktifkan saat jam sekolah.
Saat classroom mode aktif, fungsi ponsel dibatasi sangat ketat. Layar hanya menampilkan waktu dan perangkat tetap menyediakan panggilan darurat SOS jika dibutuhkan.
| Fitur Pengawasan | Fungsi | Dampak untuk Orang Tua |
|---|---|---|
| GPS real time | Memantau lokasi anak | Posisi anak bisa dipantau langsung |
| Geofencing | Notifikasi area tertentu | Memberi peringatan saat anak masuk atau keluar zona yang ditentukan |
| Classroom mode | Membatasi fungsi ponsel saat sekolah | Distraksi berkurang dan perangkat tetap bisa dipakai untuk darurat |
AI untuk belajar, bukan hiburan
Lenovo menempatkan tombol fisik AI sebagai pusat pengalaman belajar di perangkat ini. Tombol itu memanggil asisten suara yang bisa membantu menjawab pertanyaan pengetahuan umum dan mendukung pekerjaan rumah.
Perusahaan juga menyertakan perpustakaan materi belajar di dalam ponsel. Isinya mencakup rumus matematika dan kosakata bahasa Inggris, dengan akses tanpa browsing internet seperti pada smartphone biasa.
Pendekatan ini membuat AI Student Phone terasa lebih dekat ke perangkat belajar ketimbang ponsel hiburan. Lenovo tampaknya ingin menghadirkan bantuan AI tanpa membuka akses web bebas yang berisiko mengganggu fokus anak.
Desain sederhana dengan fungsi komunikasi lengkap
Secara bentuk, AI Student Phone lebih mirip feature phone daripada smartphone konvensional. Perangkat ini memakai layar sentuh 1,83 inci dan dilapisi Panda Glass yang disebut tahan benturan.
Layar tersebut juga mendukung input tulisan tangan untuk memberi cara interaksi tambahan. Lenovo membekalinya dengan baterai 1.850 mAh dan dukungan jaringan 4G.
Menariknya, ponsel ini tidak membutuhkan kartu SIM IoT khusus. Perangkat tetap bisa dipakai untuk panggilan suara dan video HD, sehingga fungsi komunikasi dasarnya tetap lengkap.
Pembayaran QR dan pengawasan transaksi
Selain belajar dan komunikasi, Lenovo menambahkan fitur pembayaran berbasis kode QR. Anak bisa memakai perangkat untuk transaksi di toko, tetapi seluruh kendali tetap berada di tangan orang tua.
Melalui aplikasi pendamping, orang tua dapat mengatur batas pengeluaran dan memantau semua transaksi yang dilakukan. Fitur ini membuat ponsel tidak hanya relevan di sekolah, tetapi juga dalam aktivitas harian anak di luar rumah.
Harga dan warna
AI Student Phone sudah meluncur di China dengan harga 299 yuan atau sekitar Rp 789.000 menurut Gizmochina. Lenovo juga menyertakan lanyard yang bisa dilepas-pasang agar perangkat lebih mudah dibawa anak.
Di pasar China, ponsel ini tersedia dalam tiga warna, yaitu orange-white, pink, dan biru. Dengan kombinasi AI belajar, pelacakan lokasi, pembatasan penggunaan, dan pengawasan transaksi, Lenovo menghadirkan perangkat yang memang dirancang untuk kebutuhan keluarga dengan kontrol yang jauh lebih besar.
