Leapmotor B10 datang dengan posisi yang cukup berbahaya bagi para rival di kelas SUV listrik menengah. Dengan dukungan kemitraan global bersama Stellantis, model ini langsung masuk ke daftar mobil yang patut diperhitungkan di pasar Indonesia.
Yang membuatnya menarik bukan hanya nama baru yang dibawa, tetapi juga kombinasi harga, fitur, dan ruang kabin yang disusun untuk melawan nama-nama yang lebih dulu dikenal seperti Chery E5, BYD Atto 3, MGS5 EV, dan Geely EX5.
Desain Kompak, Tetapi Tetap Tegas
Leapmotor B10 mengusung desain modern dengan garis dinamis yang tetap proporsional untuk penggunaan harian. Dimensinya tercatat 4.515 mm panjang, 1.885 mm lebar, dan 1.655 mm tinggi.
Proporsi itu membuat mobil ini terlihat gagah tanpa terasa berlebihan di jalan perkotaan. Kesan premium juga diperkuat oleh lampu utama LED dengan DRL bertingkat dan pelek 18 inci.
Kabin Lapang dengan Sentuhan yang Lebih Mewah
Di dalam, B10 dirancang untuk lima penumpang dengan kabin yang diklaim terasa lapang. Seluruh jok memakai material eco-leather dan kabin mendapat lampu ambien 64 warna.
Ruang simpan barang juga cukup fleksibel. Ada frunk 25 liter di depan, bagasi utama 490 liter, dan kapasitas yang bisa melebar sampai 1.475 liter saat kursi dilipat.
Rasa Eropa yang Menjadi Pembeda
Interior B10 disebut punya sentuhan Eropa karena melibatkan Stellantis dalam pengembangannya. Faktor ini menjadi salah satu nilai jual yang membedakannya dari banyak SUV listrik lain di kelas yang sama.
Bagi calon pembeli, kombinasi itu memberi kesan bahwa mobil ini tidak hanya mengejar harga, tetapi juga pengalaman berkendara dan kualitas ruang kabin.
Performa RWD dan Suspensi yang Disorot
B10 memakai motor tunggal penggerak roda belakang atau RWD dengan output 160 kW, setara sekitar 215 hp, dan torsi 240 Nm. Akselerasi dari diam ke 100 km/jam diklaim selesai dalam 8 detik dengan kecepatan puncak 170 km/jam.
Salah satu poin penting ada pada setelan suspensinya. Pengembangannya ditangani teknisi ahli pembuat sasis Maserati agar pengendalian tetap stabil di jalan bergelombang.
Baterai CATL dan Pengisian Cepat
Sumber tenaga Leapmotor B10 mengandalkan baterai LFP CATL berkapasitas 67,1 kWh. Dalam kondisi tertentu, jarak tempuhnya disebut bisa mencapai 434 km dan tembus 500 km pada metode pengujian NEDC.
Pengisian dayanya juga tergolong singkat untuk kelasnya. Dengan DC charging hingga 168 kW, baterai dapat terisi dari 30% ke 80% dalam 20 menit.
Layar Besar dan Fitur Keselamatan Lengkap
Kokpit B10 dipusatkan pada layar sentuh mengambang 14,6 inci dengan resolusi 2.5K. Di depannya ada panel instrumen digital 8,8 inci untuk menampilkan informasi berkendara.
Fitur kenyamanan mencakup Apple CarPlay, Android Auto, pengisi daya nirkabel, atap kaca panoramik, dan kursi berpemanas. Untuk keselamatan, mobil ini membawa predikat bintang lima Euro NCAP dan ANCAP berkat 16 fitur ADAS.
Harga yang Diposisikan Agresif
Di Malaysia dan Australia, varian entry Leapmotor B10 berada di kisaran Rp 400-500 jutaan. Jika model ini benar-benar dirakit lokal atau CKD di Indonesia, banderolnya berpotensi makin menarik.
Dengan fitur standar yang lengkap, garansi baterai yang panjang, dan dukungan Stellantis, B10 punya modal kuat untuk menantang SUV listrik yang sudah lebih dulu beredar di pasar tanah air.
Source: www.oto.com






