Saat Laut Memanas Ekstrem, Kunci Bertahan Hidup di Kepunahan Terbesar Bumi Terungkap

Author: Cung Media

Kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi tidak memusnahkan semua hewan laut. Sekitar 252 juta tahun lalu, sebagian kecil spesies justru bertahan, dan kini para peneliti mulai memahami alasan biologis di balik kelangsungan hidup itu.

Tim yang dipimpin Stanford University menemukan bahwa kemampuan menghadapi suhu tinggi dan kadar oksigen rendah menjadi penentu utama. Di lautan purba yang memanas ekstrem, dua kondisi itu menentukan apakah sebuah spesies masih bisa memenuhi kebutuhan metabolisme mereka atau tidak.

Panas dan Oksigen Jadi Saringan Alam

Pada akhir periode Permian, suhu laut naik drastis dan air yang lebih hangat menahan lebih sedikit oksigen. Pada saat yang sama, kebutuhan oksigen hewan tetap tinggi, sehingga banyak spesies berada di bawah tekanan fisiologis yang berat.

Situasi itu membuat hewan yang sensitif terhadap panas dan kekurangan oksigen semakin sulit bertahan. Sebaliknya, spesies yang lebih toleran terhadap suhu tinggi dan kondisi miskin oksigen memiliki peluang lebih besar untuk lolos dari kepunahan.

Faktor Lingkungan Dampak pada Laut Konsekuensi bagi Hewan
Suhu laut meningkat drastis Air menahan oksigen lebih sedikit Spesies yang sensitif makin sulit bertahan
Kadar oksigen turun Kebutuhan metabolisme tetap tinggi Hewan yang tahan panas dan miskin oksigen lebih mungkin selamat

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kepunahan massal tidak terjadi secara acak. Kelompok hewan dengan karakter biologis tertentu terbukti lebih rentan terhadap perubahan lingkungan ekstrem dibandingkan kelompok lain.

Ada Peringatan untuk Laut Modern

Para peneliti menilai hasil studi ini relevan untuk memahami risiko laut saat ini. Pemanasan global diperkirakan akan menaikkan suhu laut dan menurunkan kadar oksigen di banyak wilayah samudra, mirip dengan tekanan yang pernah terjadi ratusan juta tahun lalu.

Dalam laporan yang dikutip dari ScienceDaily, tim peneliti menyebut, “Studi ini memberikan bukti paling kuat sejauh ini mengenai mengapa sebagian hewan laut mampu bertahan dari kepunahan massal terbesar di Bumi, sementara banyak lainnya lenyap selamanya.”

Karena itu, memahami ciri-ciri spesies yang selamat pada masa lalu dinilai penting untuk memperkirakan organisme laut mana yang paling rentan terhadap perubahan iklim saat ini. Pendekatan tersebut juga bisa membantu menyusun strategi konservasi yang lebih tepat bagi masa depan laut.

Meski The Great Dying terjadi sangat lama, mekanisme yang memicunya masih relevan untuk membaca tantangan yang kini dihadapi lautan. Jawaban atas kepunahan terbesar Bumi justru memberi petunjuk tentang siapa yang paling berisiko ketika laut terus menghangat.

Terbaru