Lara Croft Kembali Lebih Berani, Wajah Baru Tomb Raider Ini Dibangun Ulang dari Nol

Lara Croft kembali ke sorotan dengan wajah baru, suara baru, dan pendekatan yang dibuat lebih berani dari sebelumnya. Melalui Tomb Raider: Legacy of Atlantis, karakter ikonik itu tidak hanya dihidupkan ulang, tetapi dibangun lagi sebagai reimagining dari debutnya pada 1996 untuk generasi pemain yang berbeda.

Nama yang paling menarik perhatian adalah Alix Wilton Regan. Ia mengisi suara sekaligus melakukan full performance capture untuk Lara Croft, sehingga perannya menuntut bukan hanya kemampuan vokal, tetapi juga kesiapan fisik penuh di depan kamera tangkap gerak.

Casting tertutup yang berlangsung berbulan-bulan

Regan menggambarkan proses perekrutan itu sebagai casting yang sangat tradisional, tetapi juga tertutup rapat. Agen resminya menghubunginya saat ia sedang liburan di Italia dan menegaskan bahwa proyek itu wajib diikuti tanpa kompromi.

Pada tahap awal, identitas proyek masih disamarkan dengan kode. Baru setelah ditanya lebih jauh, Regan mengetahui bahwa peran itu adalah Lara Croft untuk game Tomb Raider yang baru.

Ia menjalani empat putaran audisi selama sekitar delapan bulan sebelum akhirnya mendapat peran tersebut. Bagi Regan, momen itu terasa seperti penutup lingkaran karena namanya sempat masuk daftar kandidat Lara Croft versi PlayStation Magazine pada pertengahan 2010-an.

Tuntutan fisik untuk Lara yang lebih kuat

Karena full performance capture, Regan harus menyiapkan tubuhnya agar mampu membawa gestur, gerak, dan intensitas Lara dalam adegan yang direkam langsung. Ia menyusun rutinitas latihan beban tiga kali seminggu, lari, dan boxing untuk menjaga daya tahan fisiknya.

Ia juga menjalani rutinitas pagi di Los Angeles dengan bangun pukul 5 pagi, membalas pesan dari London, lalu berlari di Baldwin Hills atau pergi ke gym sebelum sesi capture. Menurut Regan, pendekatan itu penting agar Lara terasa benar-benar kuat di dalam adegan.

Ia mencontohkan kebutuhan untuk tetap bisa melawan saat karakter digambarkan ditahan beberapa pria dalam sebuah scene. Bagi Regan, kekuatan fisik seperti itu harus hadir agar performa Lara tetap meyakinkan.

Suara, karakter, dan energi yang lebih grounded

Dari sisi suara, Regan memilih pendekatan yang berangkat dari fisik terlebih dahulu. Ia membangun groundedness, rasa percaya diri, dan energi yang lebih berakar di tubuh, lalu membiarkan hal itu membentuk warna vokalnya.

Ia menyebut Lara berada di register yang lebih rendah, dengan karakter suara chest voice yang tegas. Ia juga memberi perhatian pada humor kering dan gaya bicara khas Inggris yang selama ini melekat pada Lara Croft.

Regan menilai kualitas itu membuat Lara terasa berbeda dari banyak tokoh perempuan lain saat pertama kali muncul. Menurutnya, Lara hadir sebagai protagonis yang kuat, mandiri, percaya diri, cerdas, dan memiliki daya tarik global lewat kepribadian serta identitas British-nya.

Lara yang lebih unapologetic

Regan menggambarkan Lara versi baru sebagai sosok yang lebih unapologetic. Ia menilai ada sesuatu yang unik ketika seorang perempuan bisa berbicara tegas tanpa rasa minta maaf, dan itulah kualitas yang menurutnya semakin menonjol pada Lara dalam proyek ini.

Ia juga menyoroti perjalanan panjang Lara di budaya pop. Dari video game, karakter itu menyeberang ke sampul majalah, lalu ke film-film yang dibintangi Angelina Jolie, sebelum kembali hadir dalam berbagai game berikutnya.

Bagi Regan, pengaruh itu membantu menjelaskan mengapa Lara tetap relevan setelah tiga dekade. Ia menyebut karakter itu sebagai versi klasik yang kembali tampil dengan kepercayaan diri penuh.

Bukan remake, melainkan reimagining

Regan menegaskan bahwa Legacy of Atlantis bukan remake atau remaster. Game ini dirancang sebagai reimagining yang tetap setia pada inti petualangan pertama, tetapi diberi banyak twist, kejutan, dan pengembangan karakter yang lebih luas.

Ia mengatakan game ini akan terasa familiar bagi pemain yang pernah menikmati Lara Croft di 1996. Pada saat yang sama, cerita dan presentasinya dibentuk ulang agar cocok untuk audiens modern tanpa kehilangan identitas dasar seri Tomb Raider.

Satu kalimat yang menurut Regan merangkum Lara di game ini adalah “bigger, bolder than ever.” Ia juga menyebut karakter itu sebagai versi klasik yang kembali tampil dengan kepercayaan diri penuh.

Desain baru yang ikut mencuri perhatian

Selain performa dan suara, desain karakter Lara juga menjadi perhatian. Kostum ikoniknya direimajinasikan, dan Regan mengaku melihat langsung bagaimana tim animasi serta desain membentuk sosok Lara agar terlihat kuat dan tetap sesuai dengan karakter petualang makam.

Ia bahkan memuji bentuk tubuh Lara dalam desain baru itu sebagai sangat meyakinkan untuk seorang pemburu artefak. Menurutnya, tampilan tersebut terasa seperti versi tubuh perempuan yang memang hidup untuk tomb raiding, bukan sekadar tampil gaya.

Tom Raider: Legacy of Atlantis dijadwalkan hadir di PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC pada 12 Februari 2027. Di sisi lain, game original lain berjudul Tomb Raider: Catalyst juga disiapkan untuk debut pada 2027 dengan latar bencana mistis yang membawa Lara ke India Utara.

Terkait