Keamanan di Lapas Kelas IIA Lubuk Linggau dijalankan beriringan dengan pembinaan, bukan sebagai dua tugas yang terpisah. Pendekatan ini menempatkan warga binaan sebagai pihak yang perlu diawasi sekaligus didampingi untuk menyiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Di balik pengawasan aktivitas di dalam lapas, petugas juga terlibat dalam proses perubahan sehari-hari warga binaan. Fokusnya mencakup pembentukan karakter, disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta penguatan semangat untuk memperbaiki diri.
Pembinaan dipandang penting karena perubahan yang dijalani selama masa pidana dapat membuka peluang agar warga binaan tidak mengulangi kesalahan. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada individu, melainkan juga dirasakan keluarga dan masyarakat saat mereka kembali menjalani kehidupan di luar lapas.
Informasi yang dimuat Linggau Pos menyebut pendampingan petugas mencakup sejumlah kebutuhan warga binaan di dalam lapas. Peran itu berjalan dari pelayanan kesehatan hingga pengawasan kegiatan belajar dan pelatihan kerja.
| Bidang Pendampingan | Bentuk Peran Petugas |
|---|---|
| Kesehatan | Membantu pelayanan kesehatan warga binaan |
| Kebutuhan harian | Menangani persoalan yang dihadapi warga binaan |
| Pendidikan | Membimbing kegiatan belajar |
| Keterampilan | Mengawasi pelatihan kerja |
Disiplin Menjadi Dasar Pembinaan
Dalam penguatan kepada warga binaan, Kepala Seksi Binadik terus mengingatkan arti penting menjaga disiplin. Warga binaan diminta menghormati aturan yang berlaku dan mengikuti setiap kegiatan pembinaan secara sungguh-sungguh.
Penekanan terhadap disiplin tidak hanya diarahkan pada kepatuhan formal selama berada di dalam lapas. Kebiasaan sehari-hari juga dinilai menjadi bagian penting dari proses membangun perubahan yang lebih baik.
Perubahan tersebut dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Kepatuhan terhadap tata tertib, kesediaan mengikuti pembinaan, dan sikap menghargai aturan menjadi bagian dari bekal yang terus ditekankan.
Petugas pemasyarakatan dalam hal ini memegang peran lebih luas daripada pengawasan keamanan semata. Mereka mendampingi warga binaan dalam proses yang berkaitan dengan kesehatan, persoalan pribadi, pembelajaran, hingga pengembangan keterampilan kerja.
Pancasila dan Catur Dharma sebagai Pegangan
Nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu pedoman yang ditekankan dalam pembinaan di Lapas Lubuk Linggau. Nilai tersebut diarahkan untuk membantu warga binaan membentuk pribadi yang lebih bertanggung jawab selama menjalani masa pembinaan.
Selain itu, warga binaan diajak menjadikan Catur Dharma Narapidana sebagai pegangan. Pedoman ini ditekankan untuk menumbuhkan kepatuhan, kedisiplinan, dan kesadaran agar terus memperbaiki diri.
Penguatan nilai tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk menjaga ketertiban di lingkungan lapas. Pembinaan juga diarahkan agar warga binaan lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas.
Bekal yang ditekankan meliputi disiplin, kepatuhan terhadap hukum, dan semangat menjalani perubahan. Dengan dasar itu, warga binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan rasa percaya diri yang lebih baik.
Pelatihan Kerja Melengkapi Pembentukan Karakter
Kegiatan belajar dan pelatihan kerja menjadi bagian dari pendampingan yang melengkapi pembinaan karakter. Keduanya memberi ruang bagi warga binaan untuk mengikuti proses pembelajaran sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah masa pidana.
Di saat yang sama, pengawasan keamanan tetap berlangsung dalam seluruh aktivitas lapas. Keterpaduan antara keamanan dan pembinaan menjadi dasar pelaksanaan tugas di Lapas Lubuk Linggau.
Harapannya, warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan sikap yang lebih bertanggung jawab. Kepatuhan pada hukum serta tekad memberi kontribusi positif menjadi arah yang ditekankan dalam proses pembinaan tersebut.
