Lamine Yamal Bangkit dari Cedera, Jadi Motor Baru Spanyol di Piala Dunia 2026

Lamine Yamal datang ke Piala Dunia 2026 dalam kondisi yang belum sepenuhnya ideal, tetapi justru dari situ kisahnya menjadi semakin menarik. Winger muda Barcelona itu perlahan berubah dari pemain yang diragukan kebugarannya menjadi salah satu motor serangan utama Spanyol.

Perjalanan itu terlihat jelas sejak fase grup hingga babak 16 besar. Ia pulih pelan-pelan dari masalah hamstring, mencetak gol perdana di Piala Dunia, lalu terus memberi pengaruh besar dalam laga-laga penting La Roja.

Masuk Turnamen dengan Kondisi Hati-Hati

Yamal tiba di turnamen ini setelah masih berjuang memulihkan cedera hamstring yang mengganggunya menjelang akhir musim lalu bersama Barcelona. Tim medis Spanyol memilih langkah konservatif agar proses pemulihannya tidak terganggu.

Itu sebabnya ia tidak langsung dipasang penuh pada laga pembuka Grup H melawan Tanjung Verde. Yamal hanya tampil sebagai pemain pengganti dengan menit bermain terbatas sebelum mulai diberi peran lebih besar.

LagaPeran YamalCatatan
vs Tanjung VerdePemain penggantiMenit bermain terbatas
vs Arab SaudiStarterMencetak gol pembuka kemenangan 4-0
vs UruguayPemain intiBermain 76 menit

Perubahan itu langsung terasa saat Spanyol menghadapi Arab Saudi. Dalam kemenangan 4-0 di Atlanta, Yamal mencetak gol pembuka sekaligus gol pertamanya di Piala Dunia.

Gol tersebut membuatnya tercatat sebagai pemain termuda kedua yang mencetak gol pembuka dalam sebuah laga Piala Dunia, hanya kalah dari Pele. Namun, kondisi fisiknya masih dijaga karena ia hanya bermain 45 menit dalam laga itu dan kemudian tampil 76 menit saat Spanyol menang tipis 1-0 atas Uruguay.

Laga Austria Menunjukkan Versi Terbaiknya

Performa paling lengkap Yamal muncul saat Spanyol menghadapi Austria di babak 32 besar. Ia bermain 85 menit, durasi terlama sejak pulih dari cedera, dan menjadi pusat serangan Spanyol.

Spanyol menang 3-0 lewat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro. Meski tidak mencetak gol, Yamal tetap dipilih sebagai pemain terbaik pertandingan.

Data Opta mencatat enam tembakan dilepaskannya, empat di antaranya tepat sasaran, serta dua peluang emas tercipta. Ia juga memenangkan kembali penguasaan bola dari kaki lawan sebanyak lima kali, menegaskan kontribusinya di kedua sisi permainan.

Opta juga menyoroti dua rekor sejarah yang lahir dari laga itu. Yamal menjadi pemain termuda sejak 1966 yang mampu membuat lebih dari 10 sentuhan di kotak penalti lawan dan lebih dari 10 dribel sukses dalam satu pertandingan.

Ancaman dari Kanan Saat Duel Iberia

Ketika Spanyol bertemu Portugal di babak 16 besar, perhatian besar langsung mengarah ke duel Iberia tersebut. Pertemuan Cristiano Ronaldo dan Yamal membuat laga itu memiliki nilai emosional dan taktis yang tinggi.

Yamal kembali jadi ancaman dari sisi kanan serangan Spanyol. Ia mendapat peluang di babak pertama dan memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting lewat tembakan melengkung dari situasi bola mati pada babak kedua.

Walau tidak mencatat gol atau assist, pengaruhnya tetap terasa dalam alur serangan Spanyol. Tekanan yang ia bangun membantu membuka ruang bagi gol penentu kemenangan, sehingga kontribusinya tidak berhenti di statistik akhir.

Selebrasi yang Ikut Menempel di Ingatan Publik

Salah satu momen paling banyak dibicarakan datang setelah golnya ke gawang Arab Saudi. Yamal melakukan sujud syukur, dan selebrasi itu ramai dibagikan di media sosial sepanjang fase grup.

Selebrasi serupa kembali terlihat setelah laga kontra Portugal ketika Spanyol memastikan langkah berikutnya. Dalam pertandingan yang tegang, gestur itu memberi kesan tenang sekaligus emosional.

Di bawah asuhan Luis de la Fuente, Yamal ditempatkan sebagai sayap kanan dalam trio serang bersama Nico Williams di kiri dan Mikel Oyarzabal di depan. Tugasnya bukan hanya mencetak gol, tetapi juga menggerakkan serangan lewat kecepatan, dribel, dan umpan kreatif.

Setelah kemenangan atas Austria, ia mengatakan kepada ESPN bahwa, “Piala Dunia dimulai sekarang.” Kepada USA Today, Yamal juga menyinggung kebahagiaan keluarganya sebagai sumber emosi terbesar dalam perjalanannya.

Bukan yang Termuda, Tetapi Paling Menyita Perhatian

Piala Dunia 2026 memang dipenuhi pemain muda karena format baru yang melibatkan 48 negara dan 1.248 pemain terdaftar. Sekitar 21-22 pemain di turnamen ini berusia di bawah 20 tahun.

Gelar pemain termuda turnamen dipegang gelandang serang Meksiko, Gilberto Mora, yang berusia 17 tahun 240 hari saat turnamen dimulai. Yamal berusia 18 tahun 333 hari dan berada di kisaran posisi ke-12 hingga ke-13 dalam daftar pemain termuda.

Meski bukan yang termuda, status Yamal jauh lebih besar dibanding banyak pemain seusianya. Ia sudah menjadi pemain termuda yang tampil sekaligus mencetak gol untuk timnas Spanyol senior, dan pernah membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 saat usianya baru 17 tahun.

Karena itu, kiprahnya di Piala Dunia 2026 terasa seperti kelanjutan dari kenaikan karier yang sangat cepat. Dari pemain muda berbakat, Yamal kini semakin dekat dengan status bintang sungguhan bagi Spanyol.

Source: www.liputan6.com
Terkait