Laba DEFEND ID Tembus Rp 913 Miliar, Kontrak Rp 113,85 Triliun Jadi Bahan Bakar Lonjakan 430 Persen

Laba bersih konsolidasian DEFEND ID pada tahun buku 2025 melesat tajam menjadi Rp913,05 miliar. Angka itu naik 430,1 persen dari laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp172,24 miliar, dan menjadi penanda kuat menguatnya bisnis industri pertahanan milik BUMN tersebut.

Lonjakan laba itu tidak berdiri sendiri. Kinerja DEFEND ID ikut ditopang kontrak jumbo senilai Rp113,85 triliun, yang memberi ruang besar bagi perusahaan untuk menjaga momentum usaha di tengah dorongan efisiensi operasional dan optimalisasi proyek strategis nasional.

Kontrak jumbo jadi penopang utama

Sepanjang 2025, DEFEND ID membukukan kontrak bawaan atau carry over sebesar Rp94,78 triliun. Selain itu, perusahaan juga menambah kontrak baru senilai Rp19,07 triliun.

Komposisi itu membuat pendapatan usaha tetap terjaga. DEFEND ID mencatat pendapatan usaha riil Rp20,71 triliun dalam periode yang sama, seiring penguatan bisnis yang mencakup matra darat, laut, udara, amunisi, hingga elektronika pertahanan.

Aset dan ekuitas ikut naik

Tidak hanya laba, fondasi keuangan perusahaan juga membaik. Nilai aset DEFEND ID naik 18,3 persen menjadi Rp66,05 triliun, sementara ekuitas tumbuh 8,2 persen menjadi Rp15,23 triliun.

Hasil evaluasi menempatkan tingkat kesehatan keuangan holding pada kategori BBB+. Pencapaian ini menunjukkan perbaikan kinerja yang merata, bukan hanya pada laba, tetapi juga pada struktur keuangan perusahaan.

RUPS mengesahkan capaian kinerja

Seluruh capaian tahun buku 2025 tersebut disahkan dalam rapat umum pemegang saham atau RUPS yang digelar di Bandung, Selasa (26/5/2026). Rapat itu dihadiri Badan Pengelola BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham.

Forum tersebut sekaligus menegaskan arah penguatan industri pertahanan nasional yang dijalankan DEFEND ID. Efisiensi operasional dan sinergi antar lini bisnis menjadi faktor penting yang ikut mendorong kenaikan laba secara signifikan.

Dorongan teknologi dan kemandirian

PT Len Industri (Persero) sebagai bagian dari DEFEND ID juga menempatkan fokus baru pada penguasaan teknologi masa depan melalui cetak biru “Astacita Len Industri”. Arah itu mencakup penguasaan delapan teknologi, mulai dari artificial intelligence, semikonduktor, command & control system, radar, perang elektronik, siber, satelit, elektro-optik, hingga sistem otonom.

Direktur Utama Len Industri DEFEND ID Joga Dharma Setiawan menyebut kinerja positif tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi penguatan posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional. Ia mengatakan kinerja itu lahir dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, dan komitmen insan perusahaan untuk mendorong kemandirian teknologi nasional.

Ditopang ribuan tenaga kerja

Di balik kenaikan kinerja tersebut, DEFEND ID memiliki 11.022 sumber daya manusia. Lebih dari 60 persen di antaranya berada di bidang produksi dan engineering, yang menjadi tulang punggung manufaktur perusahaan.

Struktur tenaga kerja itu membantu perusahaan menjaga kemampuan produksi sekaligus memperkuat pengembangan teknologi. Dengan basis tersebut, DEFEND ID menempatkan inovasi dan kemandirian teknologi sebagai pilar utama untuk mempertahankan daya saing industri pertahanan nasional.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button