Sedikitnya lima orang tewas setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dan menyandera sejumlah orang di sebuah supermarket di Kyiv, ibu kota Ukraina. Aparat akhirnya menembak mati pelaku saat upaya penangkapan berlangsung, sementara sedikitnya 10 orang lainnya mendapat perawatan di rumah sakit karena luka dan trauma.
Insiden itu memicu pengepungan selama sekitar 40 menit di kawasan permukiman di selatan kota. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut empat sandera berhasil diselamatkan, lalu mengatakan serangan terhadap warga sipil itu telah dihentikan.
Kronologi penembakan dan penyanderaan
Berdasarkan keterangan pejabat dan laporan media, pelaku awalnya terlihat membawa senjata api dan menembak seseorang dari jarak dekat di area dekat blok apartemen. Setelah itu, ia masuk ke supermarket dan tembakan kembali terdengar dari dalam bangunan.
Seorang reporter AFP melihat lokasi supermarket ditutup ketat oleh aparat keamanan. Kaca etalase toko tampak bercak darah, sementara petugas berbaju antipeluru dan penyidik datang untuk mengamankan area kejadian.
Tetyana, seorang pegawai supermarket, mengatakan ia mendengar suara keras dari dalam toko yang awalnya terdengar seperti botol sampanye pecah atau balon meletus. Tak lama setelah itu, para pelanggan berteriak agar semua orang segera lari.
Ia bersama orang lain kemudian bersembunyi di balik kulkas. Dalam situasi panik itu, terdengar suara seseorang mengerang kesakitan dari dalam toko.
Pelaku disebut warga Moskow
Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko menyebut tersangka sebagai pria berusia 58 tahun yang lahir di Moskow. Ia juga mengatakan, berdasarkan laporan awal, pria tersebut menggunakan senjata otomatis.
Menteri Dalam Negeri Ukraina Igor Klymenko menjelaskan polisi berusaha bernegosiasi dengan pelaku selama sekitar 40 menit. Aparat bahkan menawarkan bantuan untuk menghentikan pendarahan jika ada korban luka di dalam, tetapi pelaku tidak memberikan respons.
Klymenko menambahkan keputusan untuk menembak mati pelaku diambil setelah situasi dinilai tidak lagi dapat dikendalikan. Ia juga menyebut pelaku telah membunuh salah satu sandera yang sempat ditahan di dalam supermarket.
Penyelidikan masih berjalan
Zelensky meminta penyelidikan cepat atas penembakan tersebut dan mengatakan semua rincian kejadian masih dikumpulkan. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal.
Polisi dan penyidik terus mengamankan lokasi untuk menelusuri motif serangan yang hingga kini belum diketahui. Ukraina memang berada dalam situasi perang berkepanjangan dengan Rusia, namun negara itu selama ini dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang relatif rendah meski sesekali terjadi penembakan.
Kasus di Kyiv ini menambah daftar insiden bersenjata yang mengguncang kota tersebut. Tahun lalu, seorang pria juga menembak mati dua orang di pinggiran ibu kota dalam perselisihan terkait penjualan senjata api, memperlihatkan bahwa ancaman kekerasan bersenjata tetap menjadi perhatian serius aparat keamanan.







