KrediOne Dorong Ekosistem Digital Sehat, Kolaborasi Regulator Hingga Kampus Jadi Penentu

KrediOne menempatkan kolaborasi sebagai syarat utama agar ekosistem digital tumbuh sehat dan tidak hanya cepat berkembang. Perusahaan pinjaman digital itu menilai transformasi digital harus memberi manfaat ekonomi yang lebih luas, tetapi tetap menjaga perlindungan konsumen.

Di tengah meluasnya layanan keuangan digital, KrediOne melihat ruang kerja sama antara regulator, industri, institusi pendidikan, dan masyarakat masih sangat penting. Tanpa langkah bersama, pertumbuhan layanan digital berisiko melesat lebih cepat daripada literasi dan tata kelolanya.

Perluasan akses tidak boleh mengorbankan perlindungan

Direktur Utama KrediOne Kuseryansyah menegaskan bahwa transformasi digital tidak cukup dipahami sebagai adopsi teknologi semata. Menurut dia, teknologi harus membuka akses yang lebih besar terhadap peluang ekonomi sekaligus tetap menjaga perlindungan konsumen.

Pandangan itu sejalan dengan peran pinjaman daring atau pindar yang dinilai strategis dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani lembaga keuangan konvensional. Namun, KrediOne menekankan bahwa pertumbuhan industri harus dibarengi tata kelola yang kuat, terutama pada perlindungan konsumen dan literasi keuangan digital.

Rp17,6 triliun pendanaan dan dorongan pembiayaan bertanggung jawab

Perusahaan yang berdiri sejak 2019 itu menyampaikan tengah berupaya memperluas akses pendanaan yang bertanggung jawab bagi masyarakat dan pelaku usaha. Fokus tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembiayaan yang cepat dan terjangkau di tengah perubahan perilaku finansial masyarakat.

Hingga Mei 2026, KrediOne menyatakan telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp17,6 triliun kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini memperlihatkan besarnya peran layanan pendanaan digital dalam menjangkau kelompok yang membutuhkan akses pembiayaan lebih cepat.

KrediOne juga menempatkan penguatan literasi sebagai bagian dari misi industrinya. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya bisa mengakses layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, dan tanggung jawab penggunaan produk digital.

Forum kampus jadi ruang bertemu regulator dan industri

Isu ekosistem digital itu turut dibahas dalam Seminar Nasional bertema “State, Fintech, and Digital Society: Percepatan Transformasi Ekosistem Digital Indonesia” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi. Forum ini menjadi ruang dialog antara regulator, industri, akademisi, dan generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) itu menghadirkan Romi Septriandi selaku Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Kuseryansyah sebagai Direktur Utama KrediOne sekaligus Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan Rio Yusri Maulana selaku Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi.

Sejumlah akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi Jambi juga hadir dalam forum tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan ekonomi digital, literasi keuangan, dan transformasi teknologi di Indonesia.

AFPI dorong industri pindar lebih tertata

AFPI sebagai asosiasi yang ditunjuk OJK bersama pelaku industri terus mendorong pengembangan ekosistem pindar yang sehat dan berkelanjutan. Langkah yang ditempuh mencakup penyempurnaan kode etik industri, sertifikasi profesi penagihan, peningkatan standar operasional, dan penguatan perlindungan konsumen.

Dorongan itu sejalan dengan kebutuhan industri yang makin kompleks. Ketika akses digital meluas, pengawasan dan standar operasional dinilai perlu ikut diperkuat agar pertumbuhan tidak mengorbankan keamanan pengguna.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan masih ada ruang perbaikan yang besar. Indeks literasi keuangan Indonesia tercatat 66,46%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%.

Angka tersebut menunjukkan akses ke layanan keuangan sudah makin luas, tetapi pemahaman masyarakat tentang produk keuangan digital masih perlu ditingkatkan. Di titik itu, kolaborasi regulator, industri, kampus, dan masyarakat menjadi kunci agar pertumbuhan ekosistem digital tetap sehat dan bertanggung jawab.

Source: finansial.bisnis.com

Terkait