Konten Kreator Maki Followers Saat Live di Mie Gacoan, Ucapan Kasar Picu Protes Publik

Konten kreator Erio Arriom menjadi sorotan setelah potongan video siaran langsungnya di restoran Mie Gacoan menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, ia meminta pengikutnya membayar makanan yang sedang disantap, lalu melontarkan kata-kata kasar ketika tidak ada penonton yang menuruti permintaan tersebut.

Momen tersebut memicu protes karena terjadi saat siaran langsung di ruang publik digital yang bisa ditonton siapa saja. Bagi banyak warganet, masalah utamanya bukan hanya permintaan traktir, tetapi juga cara Erio merespons penolakan dengan ucapan yang dianggap merendahkan para pengikutnya.

Permintaan yang berujung amarah

Dalam video yang beredar, Erio sempat menunjukkan barcode pembayaran ke arah kamera. Ia lalu berkata, “Ada yang mau bayarin nggak nih. Gue hitung sampe 100 nih,” sebelum akhirnya kesal karena tidak ada yang membayar pesanannya.

Kemarahan itu kemudian terekam dalam potongan video yang cepat menyebar di berbagai platform. Ucapannya dinilai berlebihan karena bernada kasar dan ikut menyinggung kondisi ekonomi para pengikutnya.

Dalam video tersebut, Erio terdengar mengatakan, “Nggak ada. Miskin lu. Miskin semua, ngent anji. Gue bayar sendiri tai. Nggak ada yang bayarin gue. Bangs,” yang langsung memancing gelombang kritik dari warganet. Banyak komentar menilai tindakan itu tidak pantas, apalagi diucapkan di ruang publik digital.

Kritik dari warganet

Sejumlah netizen juga menyoroti peran seorang konten kreator yang semestinya menjaga sikap saat berinteraksi dengan audiens. Kritik utama muncul karena pernyataan itu dianggap merendahkan pengikut sendiri, bukan sekadar luapan emosi sesaat.

Reaksi keras pun mengarah pada etika berbicara dalam siaran langsung. Kasus ini menambah perhatian publik terhadap batas antara candaan internal dan ucapan yang bisa terdengar ofensif bagi penonton yang lebih luas.

Permintaan maaf setelah viral

Di tengah ramainya kecaman, Erio akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 18 Mei 2026. Ia mengakui kata-katanya telah menyinggung banyak pihak dan menyebut dirinya keliru karena membawa isu ekonomi dalam kemarahan tersebut.

“Pertama gue minta maaf dengan pihak yang tersinggung karena gue udah bawa-bawa ekonomi dan ngata-ngatain,” kata Erio dalam video klarifikasinya.

Erio juga mencoba menjelaskan bahwa gaya bicara kasar itu kerap muncul saat dirinya live bersama penonton setia. Menurut dia, interaksi di komunitasnya sering diwarnai saling bercanda dengan kata-kata kasar yang mereka anggap akrab.

“Buat yang nggak tahu, gue sama viewers gue di live gue emang saling ngata-ngatain. Itu cara kita berinteraksi,” ujarnya.

Namun, ia mengakui telah luput melihat konteks yang lebih luas. Erio menyadari siaran langsung di ruang publik tidak hanya disaksikan penonton tetapnya, tetapi juga orang lain yang tidak memahami gaya komunikasi di komunitas tersebut.

“Namun yang gue lupa, ini ruang publik, bakal banyak yang nonton dan nggak semua viewers gue. Seharusnya gue nggak bawa ekonomi dan hal-hal menyinggung orang lain,” lanjutnya.

Kasus ini menunjukkan bagaimana satu momen live streaming dapat cepat berubah menjadi polemik ketika batas antara candaan internal dan ucapan publik tidak dijaga. Dalam situasi seperti ini, satu komentar kasar bisa langsung memicu reaksi besar karena audiens di ruang digital jauh lebih beragam daripada lingkaran penonton yang sudah akrab.

Source: www.suara.com

Terkait