Hampir 18 tahun setelah penantian panjang, lagu-lagu Peterpan kembali menggema di Malaysia lewat konser “The Journey Continues: Peterpan-Semua Tentang Kita”. Sekitar 5.000 penonton memadati Idea Live Arena dan mengubah pertunjukan itu menjadi karaoke raksasa yang penuh nostalgia.
Begitu “Topeng”, “Ada Apa Denganmu”, dan “Mungkin Nanti” dimainkan, ribuan suara langsung bernyanyi serempak. Respons tersebut memperlihatkan bahwa karya Peterpan masih melekat kuat, bahkan setelah waktu yang begitu panjang.
Antusiasme malam itu tidak hanya datang dari penonton lokal. Sejumlah penggemar dari Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam juga datang untuk menyaksikan penghormatan terhadap lagu-lagu band Indonesia tersebut.
Perjalanan lintas negara itu menunjukkan luasnya jangkauan musik Peterpan di Asia Tenggara. Bagi banyak penggemar, konser ini menjadi ruang untuk mengingat kembali masa ketika lagu-lagu tersebut hadir dalam keseharian mereka.
Lagu-Lagu Lama Menghidupkan Arena
Nuansa emosional semakin terasa ketika “Tak Bisakah”, “Bintang di Surga”, dan “Semua Tentang Kita” dibawakan di atas panggung. Cahaya ponsel penonton kemudian memenuhi arena dan membentuk lautan cahaya di tengah lagu-lagu yang dinyanyikan bersama.
Peterpan tampil tanpa Ariel sebagai vokalis asli dalam konser tersebut. Namun, sambutan penonton memperlihatkan bahwa kekuatan lagu-lagunya tetap mampu menjangkau pendengar dari generasi berbeda.
Panggung konser diisi musisi dari Indonesia dan Malaysia yang membawakan sejumlah karya Peterpan. Kolaborasi itu juga menjadi bagian dari pertemuan industri musik dua negara dalam satu pertunjukan nostalgia.
| Kelompok Penampil | Nama | Peran di Konser |
|---|---|---|
| Musisi tribut | Marcello Tahitoe, Tantri Syalindri, Rony Parulian, Arda Hatna, Hael Husaini | Membawakan lagu-lagu Peterpan |
| Pemenang kompetisi vokalis | Zah Amirul | Pemenang kompetisi “Vokalis Peterpan” radio ERA |
Marcello Tahitoe atau Ello, Tantri Syalindri dari Kotak, Rony Parulian, dan Arda Hatna tampil dalam rangkaian pertunjukan. Hael Husaini turut hadir sebagai wakil Malaysia dalam kolaborasi lintas negara tersebut.
Zah Amirul Membawa Nuansa Vokal Khas
Salah satu bagian yang menarik perhatian penonton terjadi saat Zah Amirul naik ke panggung. Pemuda asal Sarawak itu disebut memiliki karakter suara dan wajah yang sangat mirip dengan Ariel.
Zah Amirul merupakan pemenang kompetisi “Vokalis Peterpan” yang digelar radio ERA. Kehadirannya memberi warna tersendiri bagi penonton yang ingin kembali merasakan nuansa vokal khas dalam lagu-lagu Peterpan.
Selain para penampil, pengalaman konser ditopang tata cahaya dinamis, visual panggung modern, dan sistem suara yang dirancang untuk menghadirkan suasana intim sekaligus megah. Setiap bagian pertunjukan dikemas untuk membangkitkan memori pendengar terhadap karya-karya lama Peterpan.
Kolaborasi Promotor Indonesia dan Malaysia
Menurut Suara.com, konser ini merupakan hasil kolaborasi Pulse Project Asia, Blacksky Enterprise dari Malaysia, serta INTX Enterprise dari Indonesia. Acara tersebut juga mendapat dukungan Tourism Malaysia dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI.
Direktur Pulse Project Asia, Boy, menilai sambutan penonton menegaskan posisi istimewa musik Peterpan di hati pendengarnya. “Ini bukan sekadar konser, tapi perjalanan nostalgia yang menyatukan ribuan hati,” kata Boy.
Thata dari Blacksky Enterprise dan Jerry Hend dari INTX Enterprise juga menilai antusiasme di dalam arena menjadi bukti daya tahan karya Peterpan. Bagi penonton di Idea Live Arena, konser itu menjadi kesempatan menyanyikan kembali lagu-lagu yang bertahan sebagai kenangan lintas negara dan generasi.
Source: www.suara.com






