KONI Jatim Buka Jalan Ice Skating ke Porprov, Bibit Baru Mulai Dipetakan

KONI Jawa Timur mulai membuka peluang besar bagi ice skating untuk tampil di Porprov. Dorongan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari upaya memperluas ruang kompetisi bagi cabang olahraga musim dingin yang basis atlet mudanya mulai tumbuh.

Respons itu datang seiring langkah Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Jawa Timur yang memperlihatkan puluhan atlet muda di Surabaya. Dari sana, jalur menuju Porprov, Pra-PON, hingga peta pembinaan jangka panjang mulai terlihat lebih jelas.

Langkah awal lewat ekshibisi

Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menyatakan akan mengupayakan ice skating dipertandingkan di Porprov. Ia juga menyebut skema minimal ekshibisi bisa menjadi tahap awal untuk mengenalkan cabang ini sekaligus menarik lebih banyak atlet muda.

Pendekatan itu dinilai penting karena ice skating masih tergolong cabang yang butuh ekosistem pembinaan khusus. Jika tampil lebih dulu sebagai ekshibisi, cabang ini berpeluang mendapat perhatian publik dan kesiapan daerah sebelum masuk kompetisi resmi.

Pembinaan dimulai dari bibit baru

FISI Jatim memperkenalkan pengurus baru sekaligus memamerkan bakat para atlet muda di OCA Ice Skating Arena, Surabaya, Sabtu (20/6/2026) siang. Ketua Harian FISI Jatim, Sondang Aprilia Siahaan, mengatakan fokus kepengurusan yang berjalan sejak Mei lalu adalah pembibitan atlet baru dan perluasan keterwakilan daerah.

Menurut Sondang, tujuan utama kegiatan itu adalah menunjukkan bahwa Jawa Timur punya bibit potensial untuk menembus Porprov hingga PON dua tahun mendatang. Kehadiran pimpinan KONI Jatim dan PP FISI di arena tersebut ikut menandai bahwa pembinaan ice skating mulai dilihat serius.

Atlet masih menumpuk di Surabaya

Sebaran atlet ice skating di Jawa Timur saat ini masih banyak terkonsentrasi di Surabaya. Kendala utamanya adalah belum tersedianya fasilitas lapangan es atau ring di daerah lain.

Meski begitu, FISI Jatim tetap menjaring potensi dari lima wilayah kerja utama. Wilayah itu meliputi Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi, dan Malang, dengan pembinaan yang sudah mencakup 40 anak di kategori figure skating serta 15 atlet di nomor short track speed.

Sepatu roda jadi jalur tercepat

Untuk menutup keterbatasan infrastruktur, FISI Jatim memilih berkolaborasi dengan komunitas olahraga sepatu roda. Strategi ini dinilai lebih efisien dibanding membina atlet dari nol yang biasanya memerlukan waktu panjang.

Sondang menjelaskan bahwa atlet sepatu roda sudah memiliki modal kecepatan yang bisa dialihkan ke ice skating. Hasil latihan pun disebut cepat terlihat, karena dalam waktu sekitar satu bulan para atlet sudah mampu menunjukkan performa yang dinilai luar biasa.

Porprov, Pra-PON, dan target lebih jauh

Muhammad Nabil menilai pola pembinaan itu menjanjikan untuk kebutuhan jangka panjang. Ia menyebut performa para pemula tersebut dapat menjadi alat ukur untuk mengidentifikasi potensi atlet menuju PON 2028.

Di level regional, KONI Jatim juga mulai memetakan kekuatan menghadapi Babak Kualifikasi Pra-PON yang dijadwalkan pada April 2027. Dari 11 nomor perlombaan, sektor short track memiliki 9 nomor yang dinilai bisa dimaksimalkan lewat alumni sepatu roda.

Persaingan dengan daerah lain

Jawa Timur juga melihat Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pesaing terdekat dalam pembibitan atlet short track. Karena itu, KONI Jatim menyiapkan strategi setelah Rapat Kerja Daerah untuk menghadapi persaingan tersebut secara lebih terukur.

Nabil juga menyampaikan aspirasi kepada Pengurus Pusat agar batas bawah usia atlet diturunkan dari 14 tahun. Menurutnya, langkah itu penting agar pembibitan bisa dimulai lebih muda dan peluang lahirnya atlet unggulan semakin besar.

Peta menuju level internasional

PP FISI menilai Indonesia punya rekam jejak yang cukup kuat di Asia Tenggara, termasuk raihan medali perak pada SEA Games terakhir. Dalam pandangan Ketua Umum PP FISI, Suzan Herawati, disiplin short track speed skating menjadi sektor yang paling potensial untuk menembus panggung dunia.

Suzan melihat potensi Jawa Timur sangat besar untuk melahirkan skater yang bisa lolos hingga Winter Olympic. Karena itu, penguatan pembinaan di level daerah kini menjadi bagian penting dari peta besar pengembangan ice skating nasional.

Source: www.newstimes.id

Terkait