Klaim JKN Tembus Rp191,33 Triliun, Penyakit Katastropik Masih Jadi Beban Terbesar

Author: Cung Media

Pengeluaran klaim Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN kembali naik tajam sepanjang 2025. BPJS Kesehatan mencatat total biaya klaim mencapai Rp191,33 triliun, bertambah Rp15,22 triliun dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp176,11 triliun.

Kenaikan itu terjadi seiring pemanfaatan layanan kesehatan yang terus meningkat. BPJS Kesehatan menyebut akses layanan yang semakin mudah dijangkau membuat masyarakat makin leluasa menggunakan program ini untuk berobat.

Penyakit katastropik menyerap porsi terbesar

Beban biaya terbesar masih datang dari penyakit katastropik. Sepanjang 2025, kelompok penyakit ini menyerap 26,28 persen dari total biaya manfaat atau sekitar Rp50,3 triliun dengan 50,3 juta kasus penanganan medis.

BPJS Kesehatan menilai kondisi tersebut sangat disayangkan karena banyak penyakit katastropik sebenarnya bisa dicegah lewat pola hidup sehat. Karena itu, lembaga tersebut terus mendorong langkah promotif dan preventif agar beban penyakit berat tidak terus membesar.

Jantung, gagal ginjal, dan kanker paling mahal

Jenis Penyakit Kasus Biaya
Jantung 29,7 juta Rp17,3 triliun
Gagal ginjal 12,6 juta Rp13,3 triliun
Kanker 7,1 juta Rp10,3 triliun
Stroke 9,5 juta Rp7,2 triliun
Sirosis hati 311.300 Rp278,1 miliar
Thalassemia 398.100 Rp852,7 miliar
Hemofilia 84.800 Rp909,6 miliar

Dalam rincian pelayanan, penyakit jantung menjadi yang paling besar menyerap anggaran dengan 29,7 juta kasus dan biaya Rp17,3 triliun. Di bawahnya ada gagal ginjal yang menelan Rp13,3 triliun dari 12,6 juta kasus, disusul kanker dengan biaya Rp10,3 triliun dari 7,1 juta kasus.

Stroke juga masuk daftar pengeluaran besar dengan biaya Rp7,2 triliun dari 9,5 juta kasus. Sementara itu, pembiayaan turut mengalir untuk sirosis hati sebesar Rp278,1 miliar, thalassemia Rp852,7 miliar, dan hemofilia Rp909,6 miliar.

Pemanfaatan JKN ikut melonjak

Di tengah naiknya klaim, pemanfaatan program JKN oleh masyarakat juga meningkat konsisten sepanjang 2025. Total layanan kesehatan yang dimanfaatkan mencapai 725,3 juta kali, lebih tinggi dibandingkan 673,9 juta kali pada 2024.

Jika dirata-ratakan, layanan JKN digunakan lebih dari 1,99 juta kali per hari. Angka itu menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat pada program jaminan kesehatan nasional, terutama untuk pengobatan yang mahal dan berlangsung lama.

Pembayaran klaim disebut tetap lebih cepat

Meski tekanan biaya terus naik, BPJS Kesehatan menyebut pembayaran klaim ke fasilitas kesehatan tetap berjalan lebih cepat dari tenggat regulasi. Untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama, rata-rata pembayaran klaim diselesaikan dalam 11,37 hari kerja.

Sementara itu, klaim rumah sakit dituntaskan rata-rata dalam 13,64 hari kalender. Dari sisi peserta, 38 persen pengguna manfaat JKN tercatat merupakan pengguna BPI JKN, yang memperlihatkan besarnya peran program ini bagi kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada layanan kesehatan.

Terbaru