KJP Plus Tahap I 2026 Mulai Cair 5 Mei, 707 Ribu Siswa Jakarta Terima Bantuan Sekolah

Author: Cung Media

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyalurkan Kartu Jakarta Pintar Plus atau KJP Plus Tahap I Tahun 2026 pada 5 Mei 2026. Pencairan untuk periode Maret ini dilakukan bertahap agar ratusan ribu peserta didik di ibu kota segera mendapat dukungan kebutuhan sekolah.

Sebanyak 707.477 siswa tercatat sebagai penerima KJP Plus Tahap I Tahun 2026. Bantuan ini menjangkau peserta didik dari jenjang SD hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM.

Skema bantuan berbeda tiap jenjang

KJP Plus Tahap I 2026 dibagi menjadi dua komponen utama, yakni dana personal bulanan dan tambahan biaya SPP bagi siswa di sekolah swasta. Besaran bantuan disusun sesuai jenjang pendidikan masing-masing penerima.

Siswa SD dan MI menerima dana personal Rp250.000 per bulan. Jika bersekolah di swasta, mereka juga mendapat tambahan SPP Rp130.000 per bulan.

Untuk jenjang SMP dan MTs, dana personal yang disalurkan mencapai Rp300.000 per bulan. Siswa swasta pada tingkat ini memperoleh tambahan biaya SPP Rp170.000 per bulan.

Peserta didik SMA dan MA menerima dana personal Rp420.000 per bulan. Adapun tambahan SPP untuk siswa swasta di jenjang tersebut sebesar Rp290.000 per bulan.

Siswa SMK mendapatkan dana personal Rp450.000 per bulan. Khusus SMK swasta, bantuan tambahan SPP tercatat Rp240.000 per bulan.

Pada jalur PKBM, pemerintah menyalurkan dana personal Rp300.000 per bulan. Untuk kategori ini, tidak ada tambahan biaya SPP seperti pada jenjang pendidikan formal.

Aturan pencairan dan penggunaan dana

Penerima manfaat hanya boleh menarik dana personal secara tunai dengan batas maksimal Rp100.000 per bulan. Ketentuan ini dibuat agar penggunaan bantuan tetap terkontrol sesuai peruntukannya.

Sisa saldo dalam akun KJP Plus wajib digunakan secara non-tunai. Dana tersebut diarahkan untuk membeli kebutuhan penunjang belajar seperti buku, alat tulis, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya.

Program KJP Plus dirancang untuk memperluas akses pendidikan yang setara bagi warga Jakarta. Skema ini juga diharapkan membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam membiayai sekolah anak-anak mereka.

Terbaru