Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka jalur bantuan pendidikan yang jauh lebih luas lewat program beasiswa 2026 untuk lebih dari 143 ribu penerima. Skema ini menyasar pelajar SMA dan SMK swasta serta mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta di seluruh Jawa Timur.
Program ini menjadi jawaban atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri dan kebutuhan biaya pendidikan yang masih menjadi kendala bagi banyak keluarga. Pemprov Jatim menargetkan beasiswa dan keringanan biaya itu bisa memperluas akses sekolah sekaligus menekan angka anak tidak sekolah.
Kuota besar untuk dua jenjang pendidikan
Dari total lebih dari 143 ribu kuota, sebanyak 81.131 dialokasikan untuk beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA dan SMK swasta. Sementara itu, jenjang perguruan tinggi mendapat 62 ribu kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta.
Skema untuk mahasiswa juga tidak berhenti pada biaya kuliah. Data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyebut kerja sama dengan perguruan tinggi swasta turut mencakup bantuan biaya hidup bagi mahasiswa baru yang memenuhi kriteria.
Tekanan daya tampung mendorong jalur swasta
Kebutuhan beasiswa ini terlihat dari selisih besar antara jumlah lulusan dan kapasitas sekolah negeri. Pada 2026, jumlah lulusan SMP sederajat di Jawa Timur mencapai 618.479 murid, sedangkan daya tampung gabungan SMA dan SMK negeri hanya sekitar 39,55 persen dari total itu.
Artinya, sekitar 60,45 persen lulusan atau setara 373 ribu anak perlu melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta atau jalur alternatif lainnya. Dalam kondisi seperti ini, beasiswa dan potongan biaya di sekolah swasta menjadi penopang penting agar akses pendidikan tetap terbuka.
Kolaborasi dengan sekolah dan kampus swasta meluas
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan inklusif. Pemprov Jatim juga menggandeng berbagai lembaga pendidikan swasta agar skema bantuan penuh maupun potongan biaya bisa diperluas.
Antusiasme lembaga pendidikan swasta terlihat tinggi hingga pertengahan Juni 2026. Sebanyak 84 perguruan tinggi swasta telah menyatakan komitmen memberi kuota beasiswa dan keringanan biaya kuliah.
Dukungan sekolah menengah swasta ikut naik
Partisipasi sekolah menengah swasta juga meningkat signifikan. Pada tahun ajaran sebelumnya, jumlah sekolah menengah swasta yang terlibat tercatat 1.772 sekolah, lalu naik 18,84 persen menjadi 2.106 sekolah pada tahun ajaran baru ini.
Dari kuota untuk sekolah menengah swasta, 44.121 anak akan menerima beasiswa penuh. Sebanyak 36.710 siswa lainnya memperoleh potongan pembiayaan dalam bentuk pembebasan uang gedung, keringanan SPP, dan bantuan penunjang kegiatan belajar lainnya.
Apresiasi untuk sekolah dengan kontribusi terbesar
Dalam peluncuran program, Khofifah juga memberikan penghargaan kepada 10 SMA dan SMK swasta yang mengalokasikan kuota beasiswa terbanyak. Untuk kategori SMK swasta, apresiasi tertinggi diberikan kepada SMK Krian 2 Sidoarjo, disusul SMKS YPM 8 Sidoarjo dan SMKS Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo.
Untuk kategori SMA swasta, penghargaan tertinggi diraih SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang. Dua sekolah lain yang turut mendapat apresiasi adalah SMA Islam NU Pujon Malang dan SMA Plus Darul Hikmah Jember.
Pemprov Jatim berharap kemitraan semacam ini terus terjaga agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. Program beasiswa tersebut menjadi salah satu langkah terbesar untuk memperluas akses pendidikan di Jawa Timur melalui kolaborasi pemerintah dan sekolah swasta.
