Kericuhan Lukas Enembe Masuk Babak Baru, 14 Orang Diperiksa Dan 64 Kendaraan Rusak

Kericuhan di Stadion Lukas Enembe kini memasuki fase penanganan yang lebih terarah. Polisi membuka posko pengaduan untuk mendata kerugian warga, sementara 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan terkait peristiwa itu.

Langkah pendataan ini muncul setelah kepolisian mencatat ada 64 kendaraan roda dua dan roda empat yang rusak, terbakar, atau hilang. Data tersebut menjadi dasar awal untuk memetakan dampak kericuhan terhadap warga di Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.

Posko pengaduan dibuka di Doyo Baru

Polres Jayapura menempatkan posko pengaduan di Doyo Baru, Distrik Waibu, agar warga yang terdampak lebih mudah melapor. Kepolisian menilai laporan resmi penting supaya proses pencatatan kerugian berjalan tertib dan data yang masuk bisa diverifikasi dengan jelas.

Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Alamsyah Ali meminta korban segera datang ke posko pelayanan di Polres Jayapura. Warga diminta membawa KTP serta bukti kepemilikan kendaraan, seperti STNK atau BPKB, agar petugas dapat memastikan kebenaran laporan.

Menurut Ali, posko dibuka selama jam pelayanan sehingga masyarakat bisa langsung mendatangi Polres Jayapura di Doyo Baru. Imbauan itu juga ditujukan agar warga yang kendaraannya terdampak tidak menunda pelaporan.

Pemeriksaan masih berjalan

Di sisi lain, polisi masih memeriksa 14 orang yang diamankan terkait kericuhan tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui peran masing-masing orang dalam peristiwa yang memicu kerusakan kendaraan warga itu.

Polisi menyebut, apabila 14 orang tersebut tidak terbukti terlibat, mereka akan dikembalikan kepada pihak keluarga. Tahap ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengurai duduk perkara insiden dan memastikan status setiap orang yang diamankan.

Kericuhan di kawasan Stadion Lukas Enembe tidak hanya meninggalkan persoalan keamanan, tetapi juga dampak langsung pada harta milik warga. Karena itu, polisi menempatkan pendataan kerugian dan pemeriksaan terduga pelaku sebagai dua proses yang berjalan bersamaan.

Dampak ke warga masih didata

Fokus utama saat ini adalah memastikan semua korban mendapatkan ruang untuk melapor. Kepolisian menegaskan bahwa data resmi diperlukan agar kendaraan yang hilang, rusak, atau terbakar bisa dicatat secara akurat.

Jumlah 64 kendaraan yang terdampak menjadi gambaran awal besarnya kerugian dalam insiden itu. Dari data yang ada, kendaraan roda dua dan roda empat sama-sama masuk dalam daftar barang yang terdampak.

Polisi berharap kehadiran posko pengaduan bisa mempercepat verifikasi data warga. Dengan begitu, penanganan pascakericuhan tidak berhenti pada penindakan, tetapi juga memberi jalur administrasi bagi warga yang mengalami kerugian.

Source: www.suara.com
Terkait