Kenapa Kucing Suka Mandi Pasir, Cara Senyap Mereka Lawan Kutu dan Menandai Wilayah

Kucing yang berguling-guling di pasir sering dianggap sedang bermain atau sekadar kotor, padahal perilaku ini punya fungsi yang cukup penting. Aktivitas tersebut berkaitan dengan kebersihan tubuh, rasa nyaman, komunikasi, hingga naluri alami yang masih kuat pada kucing.

Bagi pemilik, kebiasaan ini kadang terlihat aneh karena pasir mudah menempel di bulu. Namun, dari sudut pandang kucing, mandi pasir justru bisa menjadi cara untuk meredakan gangguan pada tubuh dan merespons lingkungan di sekitarnya.

Untuk membantu membersihkan bulu dan kulit

Salah satu alasan utama kucing mandi pasir adalah untuk mengurangi rasa gatal di kulit atau bulu. Mengutip Leon Valley Veterinary Hospital, perilaku ini biasanya muncul ketika kucing merasa ada sesuatu yang tidak nyaman pada tubuhnya.

Saat tubuh bergesekan dengan pasir, butiran kecil itu bisa membantu menjangkau bagian yang sulit dibersihkan oleh lidah. Tekstur pasir juga dapat membantu melepaskan kotoran kecil atau serangga yang menempel pada bulu.

Dalam kondisi tertentu, gesekan itu memberi efek seperti pijatan ringan. Efek ini bisa membuat kucing merasa lebih nyaman, terutama jika ada parasit atau kutu yang mengganggu.

Cara kucing melawan kutu

Mandi pasir sering dipahami sebagai upaya kucing untuk mengatasi ketidaknyamanan akibat kutu. Saat berguling, kucing memanfaatkan kontak dengan pasir untuk menggesek area tubuh yang terasa gatal.

Perilaku ini tidak sama dengan perawatan medis, tetapi membantu kucing mengurangi sensasi tidak nyaman. Karena itu, kebiasaan berguling di tanah atau pasir sering muncul saat kucing merasa perlu membersihkan diri lebih intensif.

Untuk menurunkan suhu tubuh

Kucing dikenal suka berjemur cukup lama di bawah sinar matahari. Saat terlalu lama berada di panas, tubuh mereka bisa terasa lebih gerah, sehingga kucing mencari permukaan yang lebih sejuk seperti tanah atau pasir.

Mengutip LOL Cats, kucing dapat menggesekkan tubuhnya ke pasir untuk mendapatkan rasa adem. Berguling, menempelkan badan, atau menggali pasir membantu mereka merasakan kontak langsung dengan permukaan yang lebih dingin.

Selain menurunkan panas tubuh, aktivitas ini juga memberi efek rileks. Bagi sebagian kucing, pasir atau tanah menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat dan melepas ketegangan.

Untuk berkomunikasi lewat feromon

Mandi pasir juga berhubungan dengan cara kucing berkomunikasi. Feromon adalah zat kimia beraroma khas yang digunakan kucing untuk memberi sinyal kepada kucing lain.

Ketika kucing berguling di tanah atau pasir, mereka bisa meninggalkan feromon di permukaan tersebut. Sinyal ini sering terlihat pada kucing betina yang sedang siap kawin, karena feromon membantu memberi tanda bahwa mereka sedang berada dalam masa subur.

Aroma itu kemudian dapat dikenali oleh kucing jantan. Dalam konteks ini, mandi pasir menjadi bagian dari komunikasi reproduksi, bukan hanya perilaku acak tanpa tujuan.

Untuk menandai wilayah

Feromon yang tertinggal di pasir juga berfungsi sebagai penanda teritorial. Aroma tersebut memberi informasi kepada kucing lain bahwa area itu sudah pernah dipakai atau dikuasai oleh seekor kucing.

Cara ini bekerja secara halus, tetapi efektif. Kucing lain yang mencium jejak aroma itu biasanya akan memahami batas wilayah dan cenderung menjaga jarak atau pindah ke area lain.

Bagi kucing, tindakan berguling di pasir bukan sekadar kebiasaan yang terlihat unik. Perilaku itu bisa membantu mereka tetap nyaman, menjaga kebersihan tubuh, mengatasi gangguan seperti kutu, sekaligus menyampaikan pesan kepada kucing lain lewat aroma yang tertinggal di permukaan tanah.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button