Keluarga Cameron Hughes mengaku hancur setelah pria Australia itu meninggal saat ditahan imigrasi di Bali. Di sisi lain, mereka masih menunggu jawaban yang lebih utuh tentang apa yang terjadi sebelum dan sesudah penahanan tersebut.
Hughes berusia 39 tahun dan sudah lebih dari 15 tahun tinggal di Bali. Ia menjalankan bisnis restorasi mobil di Jimbaran, Kuta Selatan, serta membangun kehidupan bersama istri asal Indonesia dan seorang putra berusia delapan tahun.
Riwayat Hidup dan Kondisi Keluarga
Menurut keterangan keluarga yang diterima ABC, Hughes baru berpisah dengan istrinya dan sedang berupaya memperpanjang visa agar tetap dekat dengan anaknya. Keluarga menggambarkannya sebagai sosok yang baik hati, pekerja keras, dan ayah yang penyayang.
“Cameron adalah sosok yang baik hati, yang sangat mencintai keluarganya dan adalah ayah yang penyayang,” demikian pernyataan keluarga. Mereka juga menyebut Hughes tangguh dan bangga atas perjuangannya membangun kehidupan yang lebih baik.
| Informasi Utama | Detail |
|---|---|
| Nama | Cameron Hughes |
| Usia | 39 tahun |
| Domisili | Bali, lebih dari 15 tahun |
| Keluarga | Istri asal Indonesia dan 1 anak laki-laki berusia 8 tahun |
| Pekerjaan | Bisnis restorasi mobil di Jimbaran, Kuta Selatan |
Penjelasan dari Imigrasi Bali
Kepada ABC, pihak imigrasi Bali mengatakan Hughes ditahan setelah ada pengaduan pada bulan Maret terkait dugaan pelanggaran syarat visa. Otoritas menyebut ia beberapa kali tidak mematuhi panggilan resmi meski telah diberi kesempatan untuk mengurus izin tinggal secara kooperatif.
Juru bicara imigrasi Bali mengatakan penangkapan dilakukan pada Jumat, 10 Juli 2026, di kediamannya di Jimbaran, Kuta Selatan. Beberapa jam setelah itu, Hughes dilaporkan tidak sadarkan diri.
Dalam pemantauan CCTV, petugas melihat anomali ketika tahanan tidak bergerak dalam waktu lama di toilet. Staf kemudian memeriksa tanda vital, memberi pertolongan pertama, termasuk oksigen tambahan, lalu berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk mengirim ambulans.
Petugas medis melakukan tindakan awal sebelum Hughes dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran untuk perawatan intensif. Pihak otoritas di Bali menyatakan Hughes meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dengan catatan medis awal yang menyebut serangan jantung.
Pertanyaan yang Masih Dibuka Keluarga
Keluarga Hughes mengatakan mereka menerima informasi yang berbeda-beda dari otoritas dan masih mencari penjelasan yang lebih jelas soal penyebab kematian. Mereka juga ingin memahami secara utuh bagaimana proses penahanan itu berlangsung dan apa yang terjadi selama ia ditahan.
Keluarga membantah tuduhan bahwa Hughes tidak kooperatif dengan pihak setempat. Mereka menyebut selama ini rutin berkomunikasi dengan otoritas imigrasi Bali untuk mengklarifikasi status visa Hughes.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan pihaknya menyediakan bantuan konsuler kepada keluarga Hughes. Juru bicara departemen itu menyampaikan belasungkawa terdalam dan menegaskan tidak dapat memberi komentar lebih lanjut karena alasan privasi.
Kasus ini meninggalkan jarak antara penjelasan resmi otoritas imigrasi dan pertanyaan yang masih diajukan keluarga. Hingga kini, mereka masih menunggu kejelasan lebih jauh tentang kronologi kematian Cameron Hughes di tahanan imigrasi Bali.
