Bayer menempatkan Simon Rosof pada salah satu kursi terpenting di bisnis farmasinya di Asia. Efektif 1 Juli 2026, ia akan memimpin Divisi Pharmaceuticals untuk Asia Pasifik sekaligus menjadi Country Division Head untuk klaster ASEAN dari Singapura.
Penugasan ini datang saat Asia Pasifik makin dipandang sebagai pusat pertumbuhan layanan kesehatan global. Kawasan ini memiliki lebih dari 2,6 miliar penduduk dan berisi sejumlah sistem kesehatan yang paling dinamis di dunia.
ASEAN Masuk Peta Besar Bayer
Dalam posisi barunya, Simon akan memegang kendali strategi bisnis dan kinerja perusahaan di seluruh Asia Tenggara melalui klaster ASEAN. Bayer menilai meningkatnya kebutuhan pasien, pesatnya perkembangan sistem kesehatan, dan permintaan terhadap pengobatan inovatif membuka peluang baru di kawasan ini.
Perubahan itu juga mendorong akses layanan kesehatan dan hasil pengobatan yang lebih baik di berbagai negara Asia Pasifik. Di saat yang sama, kawasan ini makin penting dalam mendorong inovasi medis, memperkuat kemitraan kesehatan, dan menghadirkan obat-obatan baru kepada lebih banyak pasien.
| Posisi | Wilayah | Efektif |
|---|---|---|
| Head of Asia Pacific, Divisi Pharmaceuticals | Asia Pasifik | 1 Juli 2026 |
| Country Division Head | Klaster ASEAN | 1 Juli 2026 |
Rekam Jejak Panjang di Farmasi Global
Simon Rosof membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di industri farmasi. Keahliannya mencakup strategi komersial, manajemen bisnis, kepemimpinan portofolio, dan pengembangan pasar.
Sebelum dipindahkan ke Asia Pasifik, ia menjabat Senior Vice President sekaligus Head of Product & Pipeline Bayer Pharmaceuticals di Amerika Serikat. Dalam peran itu, ia memimpin strategi komersialisasi untuk portofolio Onkologi, Kardiovaskular & Ginjal, serta Kesehatan Perempuan.
Posisi tersebut mencakup produk yang sudah dipasarkan maupun kandidat produk yang masih berada dalam tahap pengembangan. Ia juga menjadi bagian dari tim kepemimpinan Bayer Pharmaceuticals Amerika Serikat dan Worldwide Markets.
Menurut Sebastian Guth, Chief Operating Officer Bayer Pharmaceuticals, Simon punya rekam jejak yang kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis, mengembangkan talenta, dan membangun tim berkinerja tinggi. Dalam pernyataannya yang dikutip VIVA.co.id pada Senin, 13 Juli 2026, Guth menyebut pengalaman global Simon sangat tepat untuk memimpin bisnis farmasi Bayer di Asia Pasifik.
Pengalaman Lintas Negara dan Bidang Terapi
Sepanjang kariernya, Simon pernah memegang sejumlah posisi kepemimpinan di Bayer maupun Bristol Myers Squibb. Salah satu peran pentingnya adalah General Manager Bristol Myers Squibb Singapura.
Ia juga memiliki pengalaman di berbagai area terapi, termasuk Onkologi, Kardiovaskular, Ginjal, Hematologi, Virologi, Penyakit Metabolik, serta Kesehatan Perempuan. Latar belakang itu menjadi bekal saat ia harus mendukung tim Bayer menghadirkan obat-obatan inovatif bagi pasien di kawasan yang sangat beragam.
Simon mengatakan dirinya merasa terhormat mendapat tanggung jawab tersebut dan akan bekerja bersama tim Bayer di seluruh Asia Pasifik. Ia menilai kawasan ini punya sejumlah sistem kesehatan paling inovatif di dunia dan populasi pasien yang sangat beragam.
Dalam pernyataannya, Simon menekankan peluang untuk memperluas akses pasien terhadap terapi, memperkuat kemitraan di seluruh ekosistem layanan kesehatan, dan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi lebih banyak masyarakat. Ia juga menyebut Bayer punya kesempatan untuk melanjutkan fondasi kuat yang sudah dibangun sekaligus membuka babak baru pertumbuhan dan inovasi di Asia Pasifik.
Sebelum masuk ke industri farmasi, Simon memulai karier di sektor jasa keuangan bersama Morgan Stanley dan Merrill Lynch di New York, Amerika Serikat. Ia meraih gelar MBA dari Tuck School of Business, Dartmouth College, serta gelar Bachelor of Arts di bidang Biologi dari Amherst College, Amerika Serikat.
Dengan pengalaman lintas negara, lintas fungsi, dan lintas terapi, Simon kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan Bayer di kawasan yang semakin penting bagi industri kesehatan. ASEAN menjadi salah satu panggung utama untuk menguji seberapa jauh strategi itu bisa dijalankan secara konsisten.
