Kekeringan yang meluas di Aceh kini mulai menekan sawah-sawah di Kabupaten Pidie. Puluhan petak sawah di Kecamatan Pidie menghadapi krisis air yang makin parah, dan tanaman padi di dalamnya sudah mulai mengering.
Ancaman itu paling terasa di Gampong Labui dan Gampong Dayah Teubeng. Debit air irigasi di dua wilayah tersebut menyusut drastis setelah hujan hampir tak turun selama sekitar sebulan terakhir.
Tanaman Masih Muda, Tetapi Air Sudah Menipis
Padi di lahan terdampak rata-rata masih berumur dua pekan hingga satu bulan. Pada fase awal seperti ini, tanaman sangat bergantung pada pasokan air yang stabil agar pertumbuhan dan pemupukan tetap berjalan baik.
Namun, kondisi di lapangan justru memperlihatkan sawah yang biasanya lembap kini kering kerontang dan retak-retak. Sejumlah tanaman padi bahkan mulai menguning, terutama pada lahan yang baru berumur sekitar dua pekan.
| Lokasi | Kondisi | Dampak pada Padi |
|---|---|---|
| Gampong Labui | Krisis sumber air akut, debit irigasi turun drastis | Padi mulai mengering dan menguning |
| Gampong Dayah Teubeng | Krisis sumber air akut, lahan kering kerontang | Tanaman padi terancam gagal tumbuh optimal |
Ikhwan, warga Kecamatan Pidie, menyebut kondisi tersebut memprihatinkan karena tanaman sedang sangat membutuhkan air dan pemupukan. Ia menggambarkan sawah yang sebelumnya basah kini berubah menjadi lahan kering yang jauh dari kondisi ideal untuk padi.
Ancaman Puso Makin Nyata
Kekhawatiran petani tidak berhenti pada turunnya hasil panen. Risiko gagal panen total atau puso kini ikut membayangi jika hujan tak segera turun dalam waktu dekat.
Abdi, warga setempat, mengatakan ancaman itu akan semakin besar bila kondisi kering terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa sebulan lagi kekeringan berkepanjangan bisa makin menghantui warga bila hujan belum datang.
Cuaca di wilayah itu sejauh ini belum memberi banyak harapan. Awan mendung memang kadang muncul pada sore hari, tetapi hujan lebat belum turun untuk mengisi saluran irigasi dan membasahi lahan pertanian.
Situasi di Pidie juga menunjukkan bahwa kekeringan akibat El Nino di Aceh belum mereda. Sebelumnya, ribuan hektare sawah di Kecamatan Pirak Timu, Lhok Sukon, dan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, juga dilaporkan gagal tanam.
Hamparan sawah di Desa Labui dan Kemukiman Teubeng memang dikenal rawan kekeringan. Wilayah itu juga pernah mengalami gagal panen serupa pada musim kemarau tahun lalu.
Dengan kondisi cuaca yang belum membaik, petani di Pidie masih menunggu hujan sebagai penentu apakah tanaman yang sudah menguning itu masih bisa diselamatkan. Jika tidak, puluhan petak sawah di wilayah tersebut berisiko masuk kategori puso.
Source: mediaindonesia.com






